• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Respons Cepat Forkopimcam Palabuhanratu Terhadap Bencana Gelombang Pasang di Pesisir Selatan Sukabumi

    NUSANTARA NEWS
    Rabu, 13 Maret 2024, 09:36 WIB Last Updated 2024-03-13T02:36:46Z

     


    SUKABUMI - NUSANTARANEWS - Forkopimcam Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersikap cepat meninjau dampak bencana gelombang pasang di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Tim bergerak ke lokasi pada Selasa (12/3/24) malam.


    Tim melakukan monitoring dan penyisiran dimulai dari Kampung Cipatuguran RW 21 dan 20 Kelurahan Palabuanratu, dilanjutkan ke Desa Citepus, kampung wisata, hingga Masjid Istiqomah RW03 RT 03.


    Pantauan lapangan dilakukan oleh tim yang dikomandoi Camat Palabuanratu Deni Yudono, Kalak BPBD Deden Sumpena, dengan partisipasi Pos Al Palabuanratu, Kapolsek Palabuanratu Kompol Roni Haryanto, Peltu Agus Sahli mewakili Danramil Palabuanratu, Kasi Trantib Palabuanratu Yadi, Lurah Palabuanratu Herdianan, dan Kades Citepus Koswara.


    Camat Palabuanratu Deni Yudono menyampaikan kepada awak media, "Kami memonitor dua lokasi, yaitu Cipatuguran dan Desa Citepus, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya."



    Deni menyebutkan bahwa 157 jiwa dari 47 kepala keluarga terdampak banjir rob akibat gelombang pasang di Cipatuguran. Di Desa Citepus, sekitar 55 warung juga terdampak.


    "Saat ini, kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak peristiwa ini. Kami sudah melakukan monitoring bersama BPBD Kabupaten Sukabumi," tambahnya.



    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan rencana rapat dengan Forkopimcam Palabuhanratu untuk menyamakan persepsi dalam penanganan bencana. "Citepus lebih parah, tapi Cipatuguran juga membutuhkan penanganan. Keputusan akan diambil bersama pemerintah kecamatan nantinya."


    Deden mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati dan waspada karena potensi bencana serupa masih ada, terlihat dari cuaca yang belum stabil.



    Data awak media mencatat 47 KK terdampak di Kelurahan Palabuhanratu dan 55 warung di Desa Citepus, sebagian mengalami kerusakan parah.


    Setelah rapat koordinasi, tim kembali ke Mapolsek Palabuanratu untuk membahas langkah-langkah penanganan segera.



    Jurnalis: Ismet

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU