• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    "Rizki Akbar: Rumor Damai dengan RSUD Palabuhanratu Hanya Hoax"

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 19 April 2024, 18:34 WIB Last Updated 2024-04-19T12:15:25Z

    NusantaraNews - Sukabumi - Keluarga korban menggelar tahlilan dan acara Aqiqah almarhum putranya yang meninggal hampir 40 hari, dimana korban yang baru dilahirkan meninggal di RSUD Palabuhanratu. Meninggalnya karena adanya dugaan kelalaian penanganan pasien yang melahirkan dari pihak RSUD Palabuhanratu, sehingga keluarga korban melaporkan pihak RSUD Palabuhanratu ke Polres Sukabumi dan kasusnya kini masih ditangani oleh tim penyidik Tipidter Polres Sukabumi.



    Ketika dugaan kasus tersebut masih ditangani oleh tim penyidik, beredar rumor bahwa keluarga korban dan pihak RSUD Palabuhanratu sudah berdamai atau Restorative Justice (RJ). Atas adanya rumor tersebut, maka keluarga korban angkat bicara, bahwa rumor tersebut adalah hoax atau bohong.

    "Jadi masalah kasus yang menimpa keluarga saya yang kemarin anak saya meninggal itu sampai saat ini masih belum selesai, jadi inti nya kami selaku keluarga sepenuhnya sudah melimpahkan ke pihak kepolisian," ucap Rizki Akbar selaku ayah korban saat ditemuai awak media dirumahnya setelah menggelar tahlilan dan Aqiqah anaknya (korban_red).

    Terkait adanya rumor yang katanya permasalahan tersebut sudah selesai dan menerima sejumlah nominal uang senilai Rp 50 juta dari pihak Rumah Sakit ke pihak keluarga atau Restorative Justice (RJ). Rizki pun menegaskan bahwa rumor itu tidak benar atau hoax.

    "Jadi kalau masalah itu tidak benar, justru saya juga merasa kaget dengan adanya rumor uang Rp 50 juta yang sudah di berikan pihak rumah sakit ke pihak korban. Itu bohong atau hoak, makanya saya juga merasa kaget, ko bisa seperti itu. Jadi intinya  itu hoak atau bohong," tegas Rizki, Kamis (18/04/2024) malam.

    Rizki pun menjelaskan bahwa pernah ada pihak rumah sakit secara pribadi datang ke rumah langsung dan meminta maaf.

    "Jadi kemarin itu, tepatnya tiga hari setelah kejadian, ada pihak RSUD Palabuhanratu datang kerumah saya, yaitu 4 orang. Ngaku nya sebagai pejabat rumah sakit, laki-laki 2 orang dan perempuan 2 orang, kebetulan pada waktu itu saya ga ada di rumah karna lagi di luar, yang nemui mereka itu istri saya sama mertua. Dia cuman minta maaf aja, tidak lebih ber'bicaranya cuman minta maaf saja," terang Rizki.

    Ditempat yang sama, mertua Rizki yaitu Dadang menjelaskan bahwa terkait permasalahan dengan pihak rumah sakit Palabuhanratu, Ia ingin permasalahan tersebut di usut sampai tuntas oleh pihak kepolisian.

    "Saya sebagai orang tua tetap mendukung pihak kepolisian mengusut sampai tuntas kasus tersebut (kematian cucunya_red)," ujarnya 

    Mertua Rizky yang perempuan yaitu Ai Safitri menyampikan bahwa waktu kemaren setelah 3 hari meninggal cucunya pihak rumah sakit datang ke rumah.

    "Ia pihak rumah sakit datang ke rumah, kalimat nya cuman minta maaf saja atas kelalaian rumah sakit," katanya.


    Awak media pun menanyakan, saat datang kerumah, apakah pihak rumah sakit mengakui adanya dugaan kelalaian?


    "Ia pihak rumah sakit mengakui," jawabnya dengan singkat.

    Untuk berimbangnya pemberitaan, maka awak media pun mendatangi pihak RSUD Palabuhanratu untuk konfrmasi, Jum'at (19/04/2024).

    Terkait adanya rumor bahwa pihak RSUD dan keluarga korban sudah berdamai atau Restorative justice, Humas RSUD Palabuhanratu, Bili saat ditemui awak media diruang kerja nya mengatakan bahwa sampai saat ini belum/tidak ada, malahan kemarin di kita ada pemanggilan oleh pihak kepolisian (Polres Sukabumi).

    "Kalau datang ke keluarga korban memang benar, waktu itu kita sempat kerumahnya, kami datang kesana hanya mengucapkan belasungkawa. Intinya begini, turut berduka cita atau berbelasungkawa. Betul ada permohonan maaf secara institusi kalau memang ada pelayanan yang kurang memuaskan, itu saja," pungkas Bili.

    Bili pun menegaskan bahwa terkait adanya rumor tersebut (pemberian uang_red) itu tidaklah benar.


    (*red)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU