NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Brand mie pedas nomor satu di Indonesia, Mie Gacoan, resmi membuka cabangnya di Palabuhanratu pada Sabtu (13/9/2025). Kehadiran cabang baru ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang ingin mencicipi kuliner populer tersebut.
Acara grand opening ini turut dihadiri oleh Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, yang sekaligus melakukan monitoring langsung di lokasi. Dalam Wawancara nya, Yadi menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah berinvestasi di wilayah Palabuhanratu.
"Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan karena sudah berinvestasi di wilayah Kelurahan Palabuhanratu. Saya sebagai lurah tentu mengapresiasi adanya Mie Gacoan di sini, karena dapat membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ujar Yadi.
Namun, ia menegaskan bahwa kehadirannya juga terkait dengan adanya aduan dari warga mengenai persoalan teknis pengelolaan lahan parkir. Menurut Yadi, sejak awal telah ada kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dengan warga sekitar terkait pengelolaan parkir. Akan tetapi, dalam perkembangannya, muncul vendor baru yang berpotensi mengambil alih pengelolaan tersebut.
"Awalnya warga RW sudah menandatangani kesepakatan berdasarkan kearifan lokal. Namun ternyata dalam dua hari terakhir ada rencana pengelolaan parkir oleh vendor. Maka dari itu saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan agar kondusifitas wilayah tetap terjaga," jelasnya.
Yadi menekankan bahwa Mie Gacoan sudah memiliki izin resmi untuk beroperasi di Palabuhanratu. Karena itu, pemerintah kelurahan berkewajiban menjaga keamanan dan kenyamanan perusahaan. Meski demikian, ia tetap memperhatikan aspirasi warga yang merasa keberatan jika pengelolaan parkir sepenuhnya dialihkan kepada pihak luar.
"Kami tentu memprioritaskan warga setempat. Secara administrasi dan manajemen, kami akan mengikuti mekanisme perusahaan, yang penting saling menguntungkan. Kalau perusahaan tetap kekeh dengan vendor, sementara ada surat resmi dari warga yang menolak, maka kami akan menindaklanjuti komunikasi lebih lanjut dengan perusahaan," tegasnya.
Yadi juga menambahkan bahwa pihaknya tidak serta-merta menyalahkan vendor, sebab adanya keterikatan kerja sama dengan perusahaan. Namun ia berharap pihak perusahaan dapat mendengar aspirasi warga demi menjaga suasana kondusif.
"Bagaimanapun, kita harus menjaga kondusifitas wilayah. Kami tidak ingin jerih payah warga yang sejak awal mendukung keberadaan Mie Gacoan ini justru dikesampingkan. Kami akan berkomunikasi secara langsung dengan pihak perusahaan agar ada solusi terbaik," lanjutnya.
Selain persoalan teknis, Yadi juga melihat sisi positif hadirnya Mie Gacoan di Palabuhanratu. Ia menilai keberadaan cabang baru ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran, karena sebagian besar pekerja yang direkrut berasal dari warga sekitar.
"Kalau saya lihat, sekitar 60 sampai 70 persen karyawan yang bekerja di sini adalah warga Palabuhanratu. Bahkan untuk pengelolaan parkir pun sudah ditangani langsung oleh masyarakat. Hal ini tentu patut diapresiasi," ucapnya.
Menutup keterangannya, Yadi mengimbau agar seluruh pihak, baik warga, perusahaan, maupun pengelola parkir, dapat menjaga kondusifitas dan menjunjung kearifan lokal dalam setiap keputusan.
"Untuk ke depan, mari kita sama-sama menjaga kenyamanan dan keamanan wilayah. Kehadiran Mie Gacoan semoga membawa manfaat, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat Palabuhanratu," pungkasnya.
(Ismet)



