NUSANTARANEWS | SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melantik Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk empat desa, yaitu Desa Cibugel (Kecamatan Lebaksiuh/Jatigede), Desa Cipelang (Kecamatan Ujungjaya), dan Desa Cieunteung (Kecamatan Darmaraja) dalam acara yang berlangsung di Gedung Negara, Rabu (25/2/2026). Pelantikan ini dilakukan mengingat beberapa kepala desa sebelumnya meninggal dunia dan sebagian lainnya mengundurkan diri.
"Pelantikan Adalah Awal Pengabdian"
Dalam sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa pelantikan bukan hanya bentuk formalitas semata. "Awal dari pelaksanaan amanah yang sangat besar. Tentunya menjadi titik tolak untuk melakukan perubahan dan perbaikan di desa masing-masing," ucapnya.
Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan titipan rakyat yang diperoleh melalui mekanisme yang berlaku. "Sebuah jabatan dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan kepada Allah. Ketika seseorang mendapat amanah jabatan, pengambilan sumpah menjadi ikrar yang akan diminta pertanggungjawabannya," jelasnya.
Sumpah Mengandung Makna Mendalam
Bupati Dony menjelaskan bahwa sumpah yang diucapkan hendaknya memberikan efek psikologis bagi yang melantik. "Apa yang dilakukan dan dikerjakan akan diminta pertanggungjawaban. Bagi yang beragama Islam, sumpah diucapkan dengan demi Allah dan dengan Al-Quran sebagai saksi, sehingga tidak hanya sebatas formalitas namun memiliki makna yang mendalam," katanya.
Pesan untuk Kepala Desa Baru
Bupati mengingatkan para kepala desa baru untuk bekerja dengan hati dan sebaik-baiknya. "Kalau dengan hati akan bekerja sekeras-kerasnya karena mencintai pekerjaan itu. Layani rakyat dengan penuh empati, rasakan apa yang diinginkan masyarakat, dan bangun desa dengan penuh integritas. Pastikan administrasi terpenuhi dan kualitas tetap terjaga agar masyarakat merasakan hasil pembangunan," pungkasnya.
Menurutnya, desa merupakan akar kekuatan bangsa. "Jika akarnya kuat, desa akan kuat, kemudian kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga negara akan kuat. Kepala desa adalah akar pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat, mengetahui denyut nadi dan kebutuhan masyarakat, sehingga harus memimpin dengan sungguh-sungguh dan hadir di tengah mereka," ujar Bupati Dony.
Fokus pada Penyelesaian Masalah
Bupati juga menekankan pentingnya pola pikir kepala desa yang berangkat dari permasalahan masyarakat. "Pahami masalah yang ada, lalu hadirkan program kegiatan yang berdampak untuk mengatasinya. Jangan membuat kebijakan APBDES yang tidak berdampak pada penyelesaian masalah. Kebijakan yang dibuat harus bermakna, bermanfaat, dan berdampak," tutupnya sebagai harapan bagi kepala desa yang baru dilantik.
(Endi Kusnadi)


