• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Korban Longsor Pasirlangu Bertambah, 41 Jenazah Teridentifikasi

    NUSANTARA NEWS
    Minggu, 01 Februari 2026, 08.46.00 WIB Last Updated 2026-02-01T01:47:25Z

     

    Sumber: Humas Jabar


    NUSANTARANEWS | BANDUNG - Upaya pencarian dan identifikasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut. Hingga Kamis (29/1/2026), tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 41 jenazah korban. Namun demikian, sebanyak 25 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.


    Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa pada hari keenam operasi pencarian, dua kantong jenazah kembali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Seluruh temuan tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.


    Menurut Ade, pelaksanaan operasi SAR dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Faktor cuaca dan kondisi tanah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan pencarian. Tim SAR terpaksa menghentikan sementara operasi apabila hujan deras turun, mengingat risiko longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan personel.


    “Kondisi cuaca hari ini cukup fluktuatif, hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Selain jarak pandang terbatas, kejenuhan tanah juga meningkat sehingga potensi longsor masih tinggi,” jelas Ade saat ditemui di lokasi.


    Ia juga berharap dukungan doa dari masyarakat agar seluruh personel yang terlibat senantiasa diberikan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.


    Untuk memperkuat proses pencarian, Basarnas menambah 14 personel dari Lampung. Selain itu, relawan dari berbagai daerah terus berdatangan ke lokasi bencana. Tim SAR gabungan juga didukung oleh 17 unit alat berat yang dikerahkan untuk membuka material longsoran.


    Operasi pencarian dijadwalkan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna menentukan strategi lanjutan dalam upaya menemukan korban yang masih tertimbun.


    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa kondisi fisik jenazah yang ditemukan mengalami perubahan seiring lamanya tertimbun material longsor. Meski demikian, proses identifikasi masih memungkinkan dilakukan melalui metode sidik jari maupun pengenalan ciri khusus korban.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU