• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Warung di Ciomas Dipastikan Hanya Kedai Kopi Biasa, Warga Bantah Isu Penjualan Obat Terlarang

    NUSANTARA NEWS
    Senin, 16 Februari 2026, 17.19.00 WIB Last Updated 2026-02-16T10:19:13Z

     


    NUSANTARANEWS | BOGOR Isu yang menyebut adanya kios penjual obat keras golongan G di wilayah Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, dipastikan tidak benar. Warung yang sempat dituding menjual obat-obatan terlarang tersebut ternyata hanya merupakan warung kopi biasa yang melayani minuman dan makanan ringan bagi warga sekitar.


    Sejumlah warga menegaskan bahwa tidak pernah ada aktivitas penjualan obat keras seperti Tramadol maupun Hexymer di lokasi tersebut. Aktivitas keluar masuk pengunjung disebut sebagai hal wajar, mengingat warung itu menjadi tempat berkumpul masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari.


    “Warung itu hanya jual kopi, rokok, dan makanan ringan. Tidak pernah ada jual obat-obatan seperti yang dituduhkan,” ujar salah seorang warga setempat, Sabtu (16/02/2026).


    Menurut warga, ramainya pengunjung yang mayoritas anak muda bukanlah hal mencurigakan. Mereka biasanya datang untuk ngopi, berbincang, atau menggunakan akses internet. Tuduhan yang beredar dinilai merugikan pemilik usaha kecil tersebut.


    Tokoh masyarakat setempat juga menyayangkan munculnya informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia menilai kabar tersebut dapat mencoreng nama baik pemilik warung dan menimbulkan keresahan yang tidak perlu di tengah masyarakat.


    “Jangan sampai usaha kecil yang mencari nafkah secara halal justru terdampak isu yang belum tentu benar. Kalau memang ada dugaan, sebaiknya dikonfirmasi dan diperiksa terlebih dahulu,” ujarnya.


    Sejauh ini, tidak ditemukan bukti adanya praktik penjualan obat keras tanpa resep dokter di warung tersebut. Warga berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.


    Masyarakat Ciomas pun menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga lingkungan dari peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Namun di sisi lain, mereka juga meminta agar pelaku usaha kecil tidak menjadi korban tudingan yang belum terbukti kebenarannya.


    “Kami semua ingin lingkungan aman. Tapi jangan sampai kabar yang belum jelas justru merugikan warga sendiri,” tutup salah satu warga.


    (Sakur)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU