NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui Tim Bisnis Asisten melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kecamatan Cikakak. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Sukamaju dan mencakup peninjauan terhadap sembilan KDMP yang tersebar di wilayah tersebut.
Tim monev dipimpin oleh Maulana Fajar, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Bisnis Asisten untuk wilayah Kecamatan Cikakak dan Cisolok. Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Cikakak selaku Ketua Satgas KDMP, Sekretaris Satgas, serta para pengurus koperasi dari masing-masing desa yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Kegiatan ini juga didampingi oleh Project Management Office (PMO) dan Business Assistant (BA).
Dalam keterangannya, Fajar menjelaskan bahwa monev ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional KDMP secara menyeluruh. Ia menyoroti tingginya antusiasme desa-desa di Kecamatan Cikakak dalam membangun gerai atau kantor operasional koperasi.
"Dari sembilan desa, enam desa saat ini berada dalam tahap penyelesaian pembangunan, sementara tiga desa lainnya masih dalam proses. Kendala yang dihadapi umumnya terkait perizinan lahan yang merupakan aset milik PTPN dan pemerintah," ujarnya.
Fajar menilai, kondisi ini mencerminkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap program Koperasi Merah Putih yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Meski masih terdapat penyesuaian dalam skema dan teknis pelaksanaan, ia optimistis kesiapan di tingkat daerah sudah cukup baik.
Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong terbentuknya kemitraan strategis guna memperkuat ekonomi koperasi. Kerja sama direncanakan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMD, BUMN, hingga sektor swasta dan pelaku UMKM.
Salah satu fokus utama adalah integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam skema ini, KDMP diharapkan dapat berperan sebagai pemasok bahan baku untuk dapur MBG.
"Tidak harus semua kebutuhan dipenuhi, cukup satu atau dua komoditas saja. Namun jika dilakukan secara berkelanjutan, ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang signifikan," jelas Fajar.
Ia menambahkan, saat ini pembahasan terkait skema kemitraan tersebut sudah memasuki tahap teknis dan terus dimatangkan sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kecamatan Cikakak, Yuni Purwandari, menyampaikan bahwa kegiatan monev ini juga menjadi forum diskusi antara pengurus KDMP dengan tim PMO kabupaten dan BA kecamatan.
Menurutnya, kemitraan dengan program MBG merupakan salah satu peluang usaha yang potensial bagi koperasi desa ke depan.
Yuni juga memaparkan perkembangan administrasi koperasi, khususnya terkait pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dari sembilan KDMP, delapan di antaranya telah melaksanakan RAT sesuai batas waktu yang ditetapkan pada 31 Maret 2026.
"Masih ada satu desa yang belum melaksanakan RAT, yaitu Desa Ridogalih. Namun telah diberikan perpanjangan waktu hingga akhir April 2026," ungkapnya.
Dengan berbagai progres yang telah dicapai, seluruh pihak berharap operasional KDMP dapat segera berjalan secara serentak. Target peluncuran penuh direncanakan pada Agustus 2026.
(Ismet)


