NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Viral di media sosial terkait tarif penggunaan bale-bale di kawasan wisata Pantai Cempaka Ratu, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pengelola wisata setempat, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, akhirnya angkat bicara.
Saat ditemui di lokasi pada Minggu (12/4/2026), ia menjelaskan bahwa kawasan wisata Pantai Cempaka Ratu merupakan destinasi yang masih tergolong baru dan dikelola secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah.
"Wisata ini masih baru, jadi kami masih bertahan dalam hal fasilitas dan parkir. Pantai ini dikelola secara pribadi, bukan dari anggaran pemerintah, murni swadaya," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tarif bale-bale di lokasi wisata tersebut bersifat variatif dan tidak ada unsur paksaan kepada pengunjung. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, bahkan ada pula fasilitas yang disediakan secara gratis.
"Di sini tidak ada pemaksaan. Pengunjung bebas memilih, bahkan tadi ada yang membawa tikar sendiri. Yang kami utamakan adalah kebersihan dan kenyamanan. Kalau ada yang merasa keberatan, itu hak masing-masing," tambahnya.
Menurutnya, pengelola berkomitmen menjadikan Pantai Cempaka Ratu sebagai salah satu destinasi wisata yang terjangkau, indah, dan bersih di wilayah Sukabumi. Saat ini, sekitar 20 pekerja dikerahkan setiap hari untuk menjaga kebersihan kawasan sejak pagi hari.
"Kami ingin tempat ini tetap terawat. Kalau pun ada biaya, itu untuk operasional dan menggaji pekerja. Kami tidak ingin wisata ini menjadi mahal atau tidak terurus," jelasnya.
Terkait isu tiket masuk yang sempat disalahartikan sebagai biaya parkir, ia menegaskan bahwa tiket tersebut murni untuk akses masuk kawasan wisata, bukan untuk parkir kendaraan.
"Tidak ada pemaksaan. Siapa saja yang ingin berwisata, silakan datang," tegasnya.
Ke depan, pengelola berharap dapat terus melakukan pembenahan fasilitas guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Selain itu, ia juga menargetkan kawasan wisata ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi.
"Harapan kami, tempat ini bersih dulu agar wisatawan nyaman. Insyaallah ke depan akan ada pembenahan, termasuk fasilitas tambahan yang sifatnya gratis," katanya.
Ia juga menyoroti kondisi sebagian kawasan pantai di wilayah Palabuhanratu, Cikakak, hingga Cisolok yang dinilai masih kumuh dan perlu perhatian bersama antara pengelola dan pemerintah daerah.
"Sekitar 75 persen pantai di wilayah ini masih terlihat kumuh. Ini yang harus kita benahi bersama," ungkapnya.
Saat ini, tarif tiket masuk ke kawasan wisata tersebut masih tergolong terjangkau, yakni untuk kendaraan roda dua berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000, dan untuk kendaraan roda empat Rp10.000 hingga Rp20.000. Selain itu, tidak ada unsur paksaan bagi pengunjung. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, warga lokal diperbolehkan masuk tanpa dikenakan biaya.
"Kami masih dalam tahap penataan. Ke depan, kami akan terus berbenah demi kenyamanan dan keamanan para wisatawan," pungkasnya.
(Ismet)


