NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Di tengah absennya kucuran Dana Desa untuk proyek fisik tahun ini, warga RT 36/RW 18 Kampung Lebakmuncang, Desa Cikujang, justru membuktikan kekuatan gotong royong. Tak mau sekadar menunggu bantuan pemerintah, mereka secara kolektif mendanai dan mengerjakan sendiri pengerasan jalan lingkungan di wilayahnya.
Kepala Dusun Legoknyenang, Cacan Kusnandi, mengungkapkan bahwa saat ini alokasi anggaran desa memang sedang diprioritaskan untuk program ketahanan pangan sesuai instruksi pemerintah pusat. Kondisi ini lantas tidak mematahkan semangat warga untuk memperbaiki infrastruktur yang krusial bagi mobilitas harian mereka.
Pembangunan jalan ini didorong oleh inisiatif murni warga dan dukungan finansial dari sektor ekonomi lokal:
Sumber Dana: 100% swadaya masyarakat.
Penyokong Utama: Para pengusaha mebel dan pelaku UMKM furnitur setempat.
Estimasi Biaya: Sekitar Rp12 juta (belum termasuk bantuan alat berat dari tokoh masyarakat).
"Ini adalah bentuk kemandirian kami. Meskipun anggaran desa sedang dialihkan, warga tetap ingin memiliki akses jalan yang layak," pungkas Cacan pada Minggu (3/5/2026).
Proses pengecoran yang telah berjalan selama delapan hari tersebut menunjukkan bahwa semangat kooperatif di tingkat RT dan RW masih menjadi motor penggerak utama pembangunan di pelosok desa.
(Sakur)


