NUSANTARANEWS | SUMEDANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026, Minggu (26/7/2026) di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Sebanyak 1.404 praja resmi dinyatakan lulus dan siap mengabdi sebagai kader pemerintahan di seluruh pelosok negeri.
Rincian Lulusan IPDN 2026
Total keseluruhan wisudawan berjumlah 1.404 orang dengan perincian jenjang pendidikan sebagai berikut:
- Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan: 1.204 orang
- Magister Terapan Ilmu Pemerintahan: 73 orang
- Doktor Ilmu Pemerintahan: 45 orang
- Pendidikan Profesi Kepamongpraja: 82 orang
Kebanggaan dan Harapan Besar Mendagri
Dalam sambutannya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyebut momen ini sebagai hari yang membahagiakan sekaligus kebanggaan besar bagi sivitas akademika IPDN, Kementerian Dalam Negeri, serta keluarga seluruh praja yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi seluruh sivitas akademika IPDN dan Kemendagri. Mereka telah menuntaskan perjalanan pendidikan selama empat tahun, dan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun diri mereka sendiri,” ujar Tito usai prosesi wisuda.
Para wisudawan merupakan peserta yang lolos dari seleksi sangat ketat dan kompetitif, serta telah dibentuk bukan hanya menguasai ilmu pemerintahan, tetapi juga memiliki fisik prima, mental yang kokoh, ideologi yang teguh, nasionalisme tinggi, integritas, militansi, dan kedisiplinan. Kualitas inilah yang membuat banyak kepala daerah mengajukan permintaan penempatan lulusan IPDN ke wilayahnya masing-masing.
Penempatan Luas Wilayah, Bentuk Karakter ASN Nasional
Meskipun banyak harapan agar lulusan dikembalikan ke daerah asal, Mendagri menegaskan kebijakan penempatan akan menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya agar para praja memiliki wawasan yang luas dan tumbuh menjadi Aparatur Sipil Negara yang mencintai seluruh bangsa, bukan hanya daerah asalnya.
“Kita ingin adik-adik ini tidak harus kembali ke kampung halamannya saja. Mereka perlu mengenal dan bekerja di daerah lain, agar tumbuh menjadi ASN Indonesia, bukan sekadar ASN di kampungnya,” tegas Tito.
Pasca wisuda akademik, seluruh lulusan akan menunggu pelantikan resmi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil golongan IIIA melalui jalur direct entry, yang jadwalnya masih menunggu penetapan resmi dari Istana Kepresidenan.
Kemendagri berharap kelulusan kali ini semakin memperkuat barisan aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa perbaikan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh Indonesia.
(Endi Kusnadi)


