• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    KPU Kabupaten Sukabumi Perkuat Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Heri Gunawan Dorong Generasi Muda Jadi Penjaga Demokrasi

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 31 Juli 2026, 16.18.00 WIB Last Updated 2026-07-31T09:18:57Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya membangun budaya demokrasi melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Horison, Kota Sukabumi, Jumat (31/7/2026).


    Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi II Heri Gunawan, Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutisno, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Yandra Utama Santosa, jajaran Komisioner KPU Kota Sukabumi, serta diikuti organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.


    Dalam pemaparannya, Heri Gunawan menegaskan bahwa demokrasi memberikan hak yang sama kepada setiap warga negara melalui prinsip one person, one vote. Namun, menurutnya, tantangan demokrasi saat ini tidak hanya sebatas menyelenggarakan pemilu, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.


    Ia menilai generasi muda kini semakin kritis dalam menentukan pilihan politik. Karena itu, para calon pemimpin dituntut mampu menunjukkan rekam jejak, integritas, serta hasil kerja nyata, bukan sekadar menawarkan janji kampanye.


    "Kalau berbicara kepada anak muda tidak perlu bertele-tele. Yang mereka lihat adalah bukti dan hasil kerja, bukan sekadar janji," ujar Heri.


    Heri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh praktik politik uang maupun berbagai bentuk iming-iming menjelang pemilu. Menurutnya, pemilih harus menentukan pilihan berdasarkan integritas, kapasitas, dan rekam jejak calon demi melahirkan pemimpin yang benar-benar berkualitas.


    Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, mengajak generasi muda menjadi pemuda negarawan yang memiliki integritas, berpikir visioner, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.


    Yandra menyebut sekitar 60 persen pemilih di Indonesia berasal dari kelompok usia 17 hingga 40 tahun. Kondisi tersebut menjadikan pemuda sebagai penentu arah demokrasi, baik dalam pemilihan presiden, kepala daerah, maupun anggota legislatif.


    Ia menekankan pentingnya menggunakan nalar, data, dan rekam jejak calon dalam menentukan pilihan politik. Selain itu, pemuda juga diharapkan berani menolak politik uang dan ikut mengawasi seluruh proses pemilu agar berjalan jujur dan adil.


    "Demokrasi yang berkualitas lahir dari pemilih yang berintegritas, bukan dari politik transaksional. Pemuda harus menjadi penjaga demokrasi agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar berpihak kepada rakyat," tegas Yandra.


    Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPU Kota Sukabumi, Seni, menjelaskan bahwa pendidikan pemilih merupakan program berkelanjutan yang terus dijalankan KPU. Menurutnya, penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama sehingga masyarakat diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga aktif mengawal jalannya pemerintahan, mendukung pemutakhiran data pemilih, serta meningkatkan literasi demokrasi.


    Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutisno, menambahkan bahwa demokrasi tidak berakhir setelah proses pemungutan suara selesai. Masyarakat, katanya, memiliki peran penting untuk terus mengawasi para wakil rakyat yang telah dipilih agar tetap menjalankan amanah serta menjaga kualitas demokrasi.


    Melalui kegiatan pendidikan pemilih berkelanjutan ini, KPU Kabupaten Sukabumi berharap partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu semakin meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pemilih yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, serta berkualitas.


    (Evi Susanti)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU