NUSANTARANEWS | SUMEDANG – Di bawah kepemimpinan visioner H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., BAZNAS Kabupaten Sumedang melahirkan terobosan besar bertajuk “Revolusi Zakat Sumedang”, yang membawa perubahan paradigma dari sekadar memberikan bantuan sesaat, menuju upaya nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Mengusung semangat Kepemimpinan, Inovasi, dan Kemandirian, lembaga zakat ini kini bertransformasi menjadi institusi yang modern, transparan, dan mampu memberikan dampak luas yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Perubahan ini didasari tiga pilar utama pengelolaan:
- Tata Kelola Transparan: Memastikan setiap harta zakat dikelola dengan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan secara syariat maupun administratif.
- Pendayagunaan Berdampak: Mengalihkan pola bantuan konsumtif menjadi program yang produktif, memberdayakan, dan berkelanjutan.
- Membangun Kemandirian: Menjadikan penerima manfaat yang awalnya membutuhkan bantuan, perlahan berubah menjadi masyarakat yang mandiri dan mampu membantu sesama.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menegaskan bahwa revolusi ini dilakukan agar zakat benar-benar menjadi sarana pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara hakiki. Melalui program-program unggulan seperti Sumedang Makmur, BAZNAS bergerak mendekatkan diri, memahami kebutuhan riil mustahik, serta merancang pendampingan yang tepat sasaran.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan zakat yang tidak hanya berfokus pada pengumpulan, namun lebih utama pada pemanfaatan yang mampu mengangkat derajat ekonomi masyarakat, mewujudkan Sumedang yang makmur, adil, dan sejahtera bersama.
(Endi Kusnadi)


