NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Bantuan rumah panggung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diperuntukkan bagi warga Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini mulai ditempati. Namun, di balik rasa syukur atas bantuan tersebut, warga justru dihantui kekhawatiran terhadap ancaman banjir.
Sebanyak 20 unit rumah panggung dalam program bantuan tahun 2026 telah disiapkan untuk warga. Dari jumlah tersebut, 10 unit di antaranya berada di bantaran Sungai Cipalabuan dan telah diserahkan kepada warga di lingkungan RW 008, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Program tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Persoalan muncul karena lokasi rumah bantuan tersebut berada tidak jauh dari bantaran Sungai Cipalabuan. Kondisi tanggul sungai yang mengalami kerusakan dan jebol membuat warga khawatir rumah yang baru mereka terima tidak sepenuhnya aman saat hujan deras turun.
Salah seorang penerima bantuan, Enci, mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan rumah yang lebih layak. Namun, ia mengaku masih dihantui rasa cemas akibat kondisi tanggul yang belum diperbaiki.
"Kami sangat bersyukur mendapat bantuan rumah panggung ini, tapi kami juga sangat cemas. Tanggul penahan air di tepi sungai ini sudah jebol. Kalau nanti turun hujan lebat, kami khawatir air kembali meluap dan menghantam rumah," ujar Enci saat ditemui di lokasi, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kekhawatiran warga semakin besar karena Sungai Cipalabuan sebelumnya pernah meluap dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.
Warga juga mengkhawatirkan derasnya arus sungai dapat mengikis tanah di sekitar pondasi rumah. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dinilai dapat mengancam keselamatan penghuni sekaligus merusak bangunan rumah panggung yang baru saja dibangun.
"Kami takut pondasinya terkikis air dan bangunannya roboh. Untuk apa ada rumah layak huni kalau tempatnya tidak aman?" katanya.
Atas kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya memberikan bantuan tempat tinggal, tetapi juga segera melakukan penanganan terhadap infrastruktur pendukung di sekitar lokasi.
Perbaikan tanggul Sungai Cipalabuan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memberikan rasa aman kepada warga penerima bantuan, terutama dalam menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.
"Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki tanggul ini. Kami ingin rumah bantuan ini benar-benar bisa ditempati dengan aman, bukan malah membuat kami terus khawatir setiap kali hujan turun," pungkas Enci.
(Ismet)



