NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Seorang pria berinisial AS (46) yang disebut sebagai oknum wartawan diamankan jajaran Polsek Sukaraja setelah aksinya marah-marah di lingkungan SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.
Penanganan terhadap AS bermula dari laporan pihak sekolah yang merasa terganggu dengan tindakan pria tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaeni mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai keributan yang terjadi di salah satu sekolah dasar di wilayah hukumnya.
"Ya, benar. Tadi terjadi ada dugaan oknum wartawan yang ngamuk-ngamuk atau marah-marah di salah satu sekolah dasar di wilayah Sukaraja. Dan ketika kita menerima informasi langsung kita amankan," kata Aguk kepada awak media, Senin (31/8/2026) malam.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana, polisi juga melakukan tes urine terhadap AS menggunakan perangkat dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi.
Hasil pemeriksaan urine tersebut menunjukkan AS positif narkoba.
"Tadi sudah kita lakukan tes urine dengan alat dari BNNK, dan setelah dilakukan tes urine hasilnya positif," ungkapnya.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut secara utuh. Sejumlah saksi akan dimintai keterangan, sementara alat bukti juga tengah dikumpulkan penyidik.
Aguk menyebut, untuk sementara pihak yang telah diperiksa adalah pelapor. Polisi juga tengah mendalami dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Dugaan pasal yang disangkakan Pasal 483 KUHP dan Pasal 448 KUHP juncto Pasal 126 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara," jelasnya.
Selain dugaan tindak pidana tersebut, polisi turut mendalami motif AS mendatangi sekolah dan melakukan tindakan yang kemudian terekam dalam video hingga menyebar luas di media sosial.
Termasuk, kata Aguk, informasi mengenai dugaan adanya pemaksaan pembelian koran di lingkungan sekolah.
"Ya, diduga memang seperti itu. Motifnya untuk sementara masih kita dalami," ujarnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang pria diduga wartawan terlibat aksi marah-marah di SDN 2 Sukaraja viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria itu tampak berbicara dengan nada tinggi di lingkungan sekolah dan disaksikan oleh sejumlah guru serta siswa.
Saat ini, AS masih menjalani proses pemeriksaan di kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.
(Ismet)


