• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Pendemo Sebut Faat Rudianto Diduga Dalang Kasus Penganiaan Nelayan Rajuni

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 01 Juli 2022, 18:21 WIB Last Updated 2022-07-01T11:21:51Z

    SUARASULAWESI.Com, Selayar - Puluhan pemuda dan masyarakat Kepulauan Selayar yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Keadilan (APK), menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Jl. S. Parman, Kelurahan Benteng Selatan, Kecamatan Benteng, Kepulauan Selayar, pada Jumat, (1/7/2022).

    Masa aksi Aliansi Pemerhati Keadilan melakukan long march dengan berjalan kaki dari titik kumpul di Asrama Himpunan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Selayar (HPMKS) jalan Jendral Ahmad Yani menuju kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate jalan S. Parman, sepanjang 3 kilometer.

    Hal ini dilakukan oleh massa aksi APK demi menuntut keadilan bagi seorang nelayan Pulau Rajuni yang diduga dianiaya oleh oknum petugas di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate saat sedang melaut di perairan Pulau Rajuni pada 13 Juni 2022 yang lalu.

    Koordinator lapangan masa aksi Aliansi Pemerhati Keadilan, Suharjo Muna mengatakan, bahwa aksi solidaritas ini mereka lakukan karena pihak Balai Taman Nasional Taka Bonerate selama ini telah melakukan penindasan dan tindakan kekesaran kepada masyarakat nelayan yang ada di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate.


    "Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas kepada nelayan kita di Pulau Rajuni yang ada di kawasan. Mirisnya, Balai Taman Nasional Taka melalui humasnya mengatakan, bahwa kasus pemukulan dan penganiyaan nelayan tersebut hal yang sederhana," ujar Suharjo Muna.

    Ia juga mendesak pihak Polres Kepulauan Selayar mengungkap dan menangkap oknum petugas pelaku pemukulan nelayan dan juga mendesak agar Kepala Balai Taman Nasional Taka, Faat Rudianto dicopot dan diadili karena dalang dalam kasus tersebut.

    Dalam aksinya, Aliansi Pemerhati Keadilan yang juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kepulauan Selayar dan LSM Same Sulaya Indonesia membawa beberapa tuntutan diantaranya, sebagai berikut : 

    1. Mendesak pihak Balai Taman Nasional Taka Bonerate untuk menyampaikan ke publik identitas pelaku penganiayaan dan pengrusakan perahu nelayan Pulau Rajuni yang terjadi di perairan Pulau Rajuni pada 13 Juni 2022

    2. Mendesak pihak Polres Kepulauan Selayar untuk menindak pelaku penganiayaan dan pengrusakan perahu nelayan Pulau Rajuni yang terjadi di perairan Pulau Rajuni pada 13 Juni 2022

    3. Mendesak pihak Balai Taman Nasional Taka Bonerate untuk memberikan ganti rugi dan menyampaikan permohonan maaf atas penganiayaan dan pengrusakan perahu nelayan Pulau Rajuni pada 13 Juni 2022

    4. Mendesak pihak Balai Taman Nasional Taka Bonerate untuk memberikan ganti rugi dan menyampaikan permohonan maaf atas perampasan dan pelepasan ikan hias nelayan Pulau Pasitallu Timur oleh Balai Taman Nasional Taka Bonerate yang terjadi di perairan Pulau Pasitallu Timur pada 11 Mei 2018. (Tim).

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU