• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Tempat Sholat Idul Adha 1443 H Di Selayar Jadi Perdebatan, Ada Apa?

    NUSANTARA NEWS
    Senin, 04 Juli 2022, 21:19 WIB Last Updated 2022-07-04T14:19:03Z

    SUARASULAWESI.COM | MAKASSAR – Adanya perbedaan penetapan hari raya Idul Adha 1443 H, antara Pemerintah dengan Muhammadiyah yang merupakan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) ummat Islam di Indonesia mulai ramai diperbincangkan diruang publik.

    Sebelumnya, ormas Muhammadiyah telah menetapkan hari raya Idul Adha 1443 H, jatuh pada hari Sabtu 9 Juli 2022 atau 10 Dzulhijjah 1443 H. Sedangkan dari Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan hari raya besar kedua ummat Islam bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji tersebut, pada hari Minggu 10 Juli 2022.

    Hal tersebut sontak menjadi perbincangan diruang publik bahkan ramai di Media Sosial, seperti yang terjadi di Media Sosial milik masyarakat Kepulauan Selayar. Dimana masyarakat Selayar penggunaan Media Sosial kebanyakan mulai mempertanyakan tempat pelaksanaan ibadah sholat Id yang berbeda hari tersebut.

    Seperti yang dikutip dari unggahan akun Facebook @Irwan Sahar salah seorang warga Kepulauan Selayar yang membuat status malam ini, Senin (4/7/2022).

    "Bismillah. POKOKNYA APAPUN YANG TERJADI, Kader, Warga dan Simpatisan Muhammadiyah Kepulauan Selayar yang LEBARAN HARI SABTU 10 Dzulhijjah 1443 H/ 9 JULI 2022 M, HARUS DI LAPANGAN PEMUDA BENTENG bukan di TAMAN PELANGI. TITIK... 👍 Yang lebaran hari Sabtu 10 Dzulhijjah 1443 H, juga adalah Warga Selayar. 🙏🙏🙏," tulis Irwan Sahar pada Akunnya.

    Berbagai tanggapan dan komentar pun mulai bermunculan pada postingan yang diunggah oleh akun @Irwan Sahar tersebut. Diantaranya, akun @Muhammad Husni yang menulis komentar.

    "Ayo kita sama2 menggunakan lapangan pemuda Benteng utk melaksanakan sholat idul adha.. baik yg lebaran tgl 9 juli maupun yg lebaran tgl 10 juli 2022," tulis Muhammad Husni.

    Sementara itu, akun lainnya @Rakhmat Zaenal menuliskan komentar dan tanggapannya pada kolom komentar akun @Irwan Sahar.

    "Sebagai sesama warga Selayar, tidak bolehkah lebaran di tempat yang sama?. Kalau tidak boleh, robohkan saja semua masjid karena tidak bisa digunakan berulang," komentar Rakhmat Zaenal.

    Sedangkan salah satu akun atas nama @Ahmad Yasin memberikan tanggapan dan komentar pada status akun milik @Irwan Sahar.

    "Kenapa harus tempatnya kita ributkan, sebenarnya yang tidak perlu diributkan!!! Ada yang perlu diributkan semua diam!!!!! Perlu ada ketegasan Pemerintah," tulis Ahmad Yasin.

    Lanjut, komentar salah satu akun @Fahmiy Rahman Gani New menuliskan tanggapan dengan mengajak untuk memaknai substansi dan hakikat idul adha.

    "Substansi dan hakikat idul adha adalah pendidikan untuk berkurban, yaitu mengurbankan diri untuk kepentingan publik... /Pada prinsipya, lokasi shalat, apakah di kampung atau di kota, gak ada masalah... yang terpenting adlah mazahir id adha yg terpadu dg hakikat...," komentar Fahmiy Rahman Gani New. (Tim).

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU