• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Tim SAR Temukan 11 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian 79 Warga Masih Berlangsung

    NUSANTARA NEWS
    Minggu, 25 Januari 2026, 20.47.00 WIB Last Updated 2026-01-25T13:48:37Z

     


    NUSANTARANEWS | BANDUNG BARAT - Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban bencana longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari kedua pencarian, sebanyak 11 jenazah berhasil dievakuasi, sementara 79 warga masih dinyatakan hilang.


    Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menyampaikan bahwa selain korban meninggal, tim juga berhasil menyelamatkan 23 orang dari lokasi terdampak. “Data sementara sampai pagi ini, 11 korban ditemukan meninggal dunia, 23 selamat, dan 79 lainnya masih dalam pencarian,” ujar Niko, Minggu (25/1/2026).


    Sebelas jenazah tersebut merupakan hasil operasi pencarian pada hari pertama sejak longsor terjadi. Memasuki hari kedua, proses evakuasi kembali dilanjutkan dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material longsor.


    Menurut Niko, kondisi cuaca yang relatif cerah menjadi faktor pendukung dalam upaya pencarian. Petugas sejak pagi telah bergerak menuju area atas longsoran untuk mengoptimalkan pencarian. Meski demikian, seluruh personel diminta tetap waspada mengingat medan yang curam dan berisiko tinggi.


    Longsor sendiri terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, ketika material tanah bercampur air dari lereng Gunung Burangrang meluncur deras dan menghantam permukiman warga di dua kampung tersebut.



    Pada hari kedua operasi, Tim SAR gabungan menerapkan strategi pencarian dengan membagi wilayah terdampak ke dalam beberapa sektor. Langkah ini dilakukan setelah asesmen menyeluruh terhadap area longsoran, mulai dari mahkota hingga bagian lidah longsor.


    Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, sektorisasi dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas pencarian korban. “Pembagian sektor didasarkan pada pemetaan awal kondisi medan serta potensi keberadaan korban, sehingga pencarian bisa lebih fokus dan terukur,” ujarnya di lokasi.


    Dalam operasi ini, lebih dari 250 personel SAR terlatih diterjunkan, didukung sekitar 450 personel dari unsur pendukung. Selain kekuatan personel, tim juga memanfaatkan 12 unit drone untuk pemantauan udara serta sejumlah alat berat di darat. Namun, penggunaan alat berat masih dilakukan secara terbatas karena kondisi material longsoran yang labil dan rawan bergerak.


    Untuk mempercepat proses pencarian, anjing pelacak K9 dari Polri dan TNI turut dikerahkan. Selain itu, upaya modifikasi cuaca dilakukan bersama BNPB guna menjaga kondisi cuaca tetap mendukung selama operasi berlangsung.


    Hingga Minggu sore, proses evakuasi masih terus berjalan dengan fokus pada sektor-sektor prioritas yang telah ditetapkan oleh tim SAR gabungan.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU