NUSANTARANEWS | SUKABUMI – PT Malahayati Nusantara Raya melalui divisi Malahayati Consultant menggelar acara pelatihan Trading dan Negative Movement Therapy (NMT) bagi para nasabah di wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Minggu (4/1/2026).
Kegiatan rutin bulanan ini diinisiasi sebagai bentuk pendampingan bagi masyarakat yang tengah terjerat persoalan pinjaman online (pinjol) maupun perbankan.
CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan edukasi agar masyarakat tidak lagi awam terhadap "sisi gelap" dunia pinjaman digital yang kian meresahkan.
“Permasalahan pinjaman online saat ini sudah menjadi keresahan umum di masyarakat. Seharusnya ada peran penting pemerintah untuk mengatasi ini, namun kami dari PT Malahayati berinisiatif mengambil langkah nyata melalui acara rutin setiap bulan,” ujar Ahmad Maulana saat diwawancarai.
Ahmad menambahkan, banyak masyarakat yang terjebak karena ketidaktahuan mengenai aspek legalitas pinjol. "Harapannya, warga Sukabumi bisa terlepas dari jeratan ini dan lebih paham bahwa tidak semua pinjaman online itu legal," imbuhnya.
Bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjerat hutang dan kesulitan melakukan pembayaran, PT Malahayati menyediakan fasilitas back-up serta pendampingan risiko. Layanan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang merasa buntu dalam menghadapi tekanan penagihan.
Layanan Nasional di 10 Wilayah
Saat ini, PT Malahayati Nusantara Raya telah mengepakkan sayapnya di 10 wilayah besar di Indonesia, meliputi:
Jakarta Selatan
Jakarta Barat
Serang
Sukabumi
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Probolinggo
(Wilayah lainnya di Indonesia)
Bagi warga Sukabumi yang membutuhkan konsultasi, kantor PT Malahayati terletak di Jalur Lingkar Selatan, Kampung Bojongnangka, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Selain datang langsung, masyarakat juga dapat berinteraksi melalui akun Instagram resmi di @malahayati_cabang_sukabumi
(Sakur)


