• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Pemkab Sumedang Gelar Rakor Pengelolaan Inflasi untuk Memastikan Kestabilan Harga Selama Ramadhan

    NUSANTARA NEWS
    Rabu, 25 Februari 2026, 08.27.00 WIB Last Updated 2026-02-25T01:27:27Z

     


    NUSANTARANEWS | SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Bulan Suci Ramadan 1447 H pada Senin (23/2/2026) di Ruang Rapat Bupati. Rakor yang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dihadiri Wakil Bupati Fajar Aldila, unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, Bulog, BPS, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

     

    Langkah Strategis Menghadapi Meningkatnya Konsumsi Masyarakat

     

    Rakor ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idulfitri. Periode Ramadan biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi terhadap komoditas pangan strategis.

     

    Bupati menegaskan pentingnya respons cepat dan langkah konkret dari TPID dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga. Ia juga meminta agar perkembangan harga dan pasokan bahan pokok disampaikan secara rutin dan transparan kepada masyarakat.

     

    “Sampaikan secara berkala informasi perkembangan harga dan pasokan secara transparan kepada masyarakat. Laksanakan juga sosialisasi dan optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Sindang sebagai sarana pemantauan harga oleh masyarakat,” ujarnya.

     

    Fokus Pada 7 Komoditas Strategis

     

    Komoditas yang menjadi fokus pengendalian meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, dan bawang merah. Berdasarkan laporan terkait, ketersediaan stok secara umum masih mencukupi, namun pengawasan lapangan terus diperketat melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun ritel modern.

     

    Program Pangan Murah dan Operasi Pasar Dimaksimalkan

     

    Bupati menginstruksikan agar Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar dimaksimalkan bekerja sama dengan dinas terkait maupun Bulog di berbagai titik strategis. Langkah ini bertujuan menyediakan beras, daging sapi, daging ayam, telur, dan komoditas lainnya dengan harga wajar atau di bawah harga pasar.

     

    Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar perangkat daerah untuk mewujudkan sinkronisasi data (satu data) sebagai dasar kebijakan. “Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat,” tegasnya.

     

    Monitoring Berkelanjutan Hingga Idulfitri

     

    Bupati memastikan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan harga selama Ramadan hingga Idulfitri. Langkah ini juga diimbangi dengan pengawasan untuk mencegah penimbunan bahan pokok yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga tidak terkendali.

     

    “Kami akan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran, sekaligus menjamin kualitas pangan yang aman, sehat, dan higienis bagi masyarakat,” katanya.

     

    Melalui rakor tersebut, Pemkab Sumedang menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat selama Ramadhan 2026.

     

     (Endi Kusnadi)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU