NUSANTARANEWS | INTERNASIONAL – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melontarkan kritik keras terhadap keterlibatan militer Amerika Serikat dalam ketegangan yang melibatkan Iran.
Melalui pernyataan resmi, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian dikutif dari Nestv menyampaikan kecaman tajam terhadap kebijakan luar negeri Washington yang dinilai kerap mengandalkan pendekatan militer.
Dalam pernyataannya, Wu Qian menuding Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki sejarah panjang intervensi militer. Ia menyoroti data historis yang menyebutkan bahwa sejak berdiri lebih dari dua abad lalu, Amerika Serikat hanya mengalami masa damai tanpa peperangan selama sekitar 16 tahun.
Menurut Wu Qian, keterlibatan militer Washington di berbagai kawasan dunia dinilai sebagai faktor yang memperkeruh situasi global. Beijing juga menegaskan posisinya yang mendukung stabilitas kawasan Timur Tengah dan menyerukan agar semua pihak menahan diri guna menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal meningkatnya ketegangan geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat, khususnya dalam isu-isu keamanan internasional. Sejumlah analis menilai retorika yang lebih terbuka dan konfrontatif ini mencerminkan dinamika persaingan pengaruh kedua negara di panggung global.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan tersebut. Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa rivalitas antara dua kekuatan besar dunia terus berkembang, dengan implikasi luas terhadap stabilitas keamanan internasional.


