NUSANTARANEWS | SUKABUMI — Pelaksanaan Hari Nelayan Nasional 2026 yang rencananya akan digelar di Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, hingga kini masih terkendala perizinan. Panitia penyelenggara mengaku masih menunggu izin resmi dari Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi.
Padahal, berdasarkan keterangan panitia, surat izin dari Bupati Sukabumi diketahui telah terbit sejak 19 Januari 2026. Namun hingga saat ini, izin penggunaan lokasi dari Setda Kabupaten Sukabumi belum juga dikeluarkan.
Ketua Hari Nelayan Nasional 2026, Pepen Supendi, kepada wartawan menyampaikan bahwa kondisi ini cukup menghambat persiapan acara yang sudah semakin dekat dengan waktu pelaksanaan.
"Padahal Hari Nelayan Kabupaten Sukabumi ini sudah masuk dalam agenda tiga tahun berturut-turut Kharisma Event Nusantara (KEN) dan juga Calendar of Event Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Tapi sampai sekarang izin dari Setda belum juga keluar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa panitia sebenarnya telah mengantongi dukungan dari masyarakat setempat, termasuk izin lingkungan dari dua Ketua RW dan empat Ketua RT di kawasan Alun-Alun Gadobangkong.
"Alhamdulillah, izin lingkungan sudah ada. Dua RW dan empat RT sudah menandatangani. Bahkan pengelolaan parkir juga melibatkan RW dan Karang Taruna setempat," jelasnya.
Pepen mengaku heran dengan kondisi saat ini, mengingat pada pelaksanaan Hari Nelayan tahun sebelumnya, kegiatan serupa di lokasi yang sama tidak mengalami kendala perizinan.
"Saya juga heran, kenapa waktu Hari Nelayan 2025 diberi izin, sekarang tidak. Tempatnya masih sama di Gadobangkong, Sekda masih sama, kepala dinas juga sama. Kenapa sekarang justru dipersulit?" ungkapnya.
Menurutnya, panitia juga telah berupaya melakukan komunikasi langsung dengan pihak Setda. Ia menyebut, pada 20 Februari 2026 sempat keluar surat yang menyatakan lokasi tidak dapat digunakan dengan alasan adanya penolakan dari pihak RW.
Namun, Pepen membantah adanya penolakan tersebut secara resmi.
"Kalau dibilang ada penolakan dari RW, saya rasa tidak mungkin, kecuali ada oknum. Faktanya sekarang izin dari RW dan RT sudah lengkap. Bahkan rekomendasi dari bupati juga sudah kami sampaikan kembali, tapi sampai saat ini belum ada jawaban," katanya.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia berharap agar izin segera diterbitkan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
"Acara ini sudah sangat mepet waktunya, tapi izin belum juga keluar. Padahal ini acara tahunan yang membawa nama baik Kabupaten Sukabumi," pungkas Pepen.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Setda Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait belum terbitnya izin pelaksanaan Hari Nelayan Nasional 2026 tersebut.
(Ismet)


