NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Kondisi bangunan UPTD Dukcapil Palabuhanratu saat ini dinilai sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahkan pernah terjadi insiden ular masuk ke dalam kantor. Padahal, instansi tersebut merupakan salah satu pusat pelayanan publik yang setiap hari didatangi masyarakat.
Kepala UPTD Dukcapil Palabuhanratu, Dudi Iskandar, saat dimintai keterangan terkait kondisi bangunan yang hampir tidak layak, menyampaikan bahwa seharusnya fasilitas pelayanan publik mendapatkan perhatian yang lebih serius.
“Seharusnya bangunan ini mendapat perhatian dan penanganan yang layak. Semestinya fasilitas pelayanan publik seperti ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun petugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, minimal pihaknya dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan. Namun, kondisi bangunan saat ini jauh dari kata layak.
“Minimal kita bisa memberikan kenyamanan karena ini adalah pelayanan publik. Saya berharap ada perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah terkait kondisi ini,” tambahnya.
Dudi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat beredar isu pembangunan gedung baru. Namun hingga saat ini, realisasi tersebut belum juga terwujud, meskipun pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait.
“Kemarin sempat ada isu akan dibangun, namun sampai saat ini belum terealisasi. Padahal kita sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi, tetapi belum ada hasil,” jelasnya.
Kondisi ini disebut telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Saat musim hujan, situasi di dalam kantor semakin tidak nyaman karena air kerap masuk ke dalam ruangan.
“Kalau hujan, kondisi seperti masuk ke dalam gua. Ini tentu sangat tidak layak, apalagi ini adalah tempat pelayanan publik,” ungkapnya.
Selain berdampak pada masyarakat, kondisi bangunan juga memengaruhi kinerja petugas. Dengan jumlah pegawai yang melayani setiap hari, situasi tersebut dinilai tidak mendukung produktivitas kerja.
“Kami melayani banyak masyarakat setiap hari, bukan hanya satu atau dua orang. Tapi kondisi bangunan saat ini sangat tidak mendukung,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau membangun ulang gedung tersebut. Mengingat sejak tahun 2017 hingga sekarang, kondisi bangunan masih sangat memprihatinkan.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan. Dari tahun 2017 sampai sekarang kondisinya masih sangat memprihatinkan,” pungkasnya.
(Ismet)


