NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Menanggapi sorotan terkait dugaan ketidakjelasan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, salah satu anggota BUMDes, Apih Narwan, akhirnya angkat bicara terkait persoalan yang tengah menjadi perhatian publik. Senin (29/6/26).
Apih Narwan yang diketahui bertugas sebagai anggota bidang peternakan di BUMDes Gunung Tanjung mengaku dirinya tidak mengetahui secara menyeluruh terkait pengelolaan peternakan, termasuk mengenai kabar kematian puluhan Domba yang menjadi aset BUMDes.
"Dalam beberapa bulan terakhir BUMDes Gunung Tanjung menjadi sorotan. Terkait informasi mati sebanyak 25 ekor Domba milik BUMDes, saya sendiri tidak mengetahui secara keseluruhan. Mengenai sisa kambing yang disebut telah dijual, saya juga tidak mengetahui secara rinci," ungkap Apih Narwan.
Ia menjelaskan bahwa selama menjalankan tugasnya di bidang peternakan, informasi yang diketahuinya hanya sebatas adanya tiga ekor Domba yang mati. Di luar itu, dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
"Yang saya ketahui hanya ada tiga ekor yang mati. Selebihnya saya tidak mengetahui," ujarnya.
Apih juga mengaku bahwa meskipun dirinya merupakan bagian dari struktur BUMDes, ia tidak mengetahui rincian terkait pengelolaan maupun proses penjualan ternak tersebut karena tidak pernah dilibatkan ataupun diberikan informasi.
"Saya sebagai bagian dari BUMDes sendiri tidak mengetahui rinciannya. Bahkan terkait penjualan kambing juga saya tidak mengetahui dan tidak diberi informasi," katanya.
Selain itu, Apih Narwan juga mengungkapkan bahwa dirinya hingga saat ini masih menunggu hak yang menurutnya belum direalisasikan oleh pihak pengurus BUMDes.
"Saya pernah menanyakan hak saya, namun saat itu Ketua BUMDes menyampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah semuanya selesai. Akan tetapi sampai saat ini belum juga direalisasikan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Ketua BUMDes Gunung Tanjung terkait pernyataan yang disampaikan oleh anggota bidang peternakan tersebut.
(Ismet)


