NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Pemerintah Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, resmi menyalurkan bantuan pangan pemerintah untuk periode Februari–Maret 2026. Bantuan yang berupa beras dan minyak goreng ini disalurkan kepada ribuan keluarga prasejahtera dengan menerapkan strategi khusus guna menjaga kerumunan berlebihan yang dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban umum.
Puskesos Desa Cibodas, Regy Zaenal, mengungkapkan bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2026 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total KPM yang terdaftar dan menerima bantuan tahun ini mencapai angka 2.170 kepala keluarga, sedangkan ditahun sebelumnya hanya 1.343 KPM.
Lonjakan jumlah penerima ini menuntut pengelolaan distribusi yang lebih ketat, terutama mengingat lokasi kantor Desa Cibodas yang strategis namun rentan karena berada tepat di pinggir jalan raya utama desa Cibodas.
"Karena banyaknya jumlah penerima manfaat, kami bersama tim menyiasati pola pembagian dengan cara menjadwalkan distribusi per kedusunan. Hal ini mutlak dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan massa yang bisa mengganggu ketertiban umum," ujar Regy saat memantau proses penyaluran, Jum'at (26/6/2026).
Dengan sistem bergilir per dusun, pihak desa berharap proses penyerahan bantuan dapat berjalan lebih tertib, cepat, dan minim risiko gesekan antarwarga. Petugas juga dapat melakukan verifikasi data dengan lebih teliti tanpa terdesak oleh waktu atau kepadatan orang.
Regy menambahkan bahwa ketelitian dalam pendataan dan keteraturan dalam penyaluran adalah kunci agar bantuan negara benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, Regy pun mengungkapkan bahwa adanya keluhan warga yang awalnya menerima bansos pangan tetapi di tahun ini datanya hilang. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan desil.
"Alhamdulillah dengan kendala seperti ini kami bisa mengatasinya dengan cara memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga ini tidak menjadi kendala yang berarti dalam proses penyaluran bansos pangan kali ini", ungkapnya.
Di akhir keterangannya, Regy menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat dan Daerah atas tersalurkannya bantuan pangan tersebut. Menurutnya, kehadiran bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat di masa transisi ekonomi.
(Ismet)


