NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun bernama Fadlan Al-Farizi yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu (4/7/2026).
Sebelumnya, korban diduga terpeleset dan hanyut ke aliran Sungai Cicatih saat bermain bersama teman-temannya pada Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, ayah korban mengajak Fadlan pulang ke rumah. Namun, bocah tersebut memilih tetap bermain di sekitar area masjid bersama sejumlah temannya.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika teman-teman Fadlan pulang tanpa dirinya. Mereka hanya membawa sepasang sandal yang diduga milik korban.
Ibu korban, Irma Wati, mengaku panik setelah mendengar kabar dari teman-teman anaknya tersebut.
"Bu, ini sandal si Dede. Dedenya enggak ada, tapi sandalnya masih ada di masjid di bawah," ujar Irma menirukan ucapan teman korban.
Mendengar hal itu, Irma bersama suaminya langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir anaknya terlihat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga laporan segera disampaikan kepada pihak berwenang.
Kepala Desa Cibunarjaya, Acep Awaludin, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi terkait hilangnya korban sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu, pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, relawan, serta masyarakat setempat.
Karena lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan Kecamatan Ciambar dan Kecamatan Parungkuda, proses pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Cicatih menggunakan perahu karet dan perlengkapan penyelamatan lainnya.
Ketua RT 05 RW 01 Kampung Muara, Suherman, mengatakan warga dari kedua sisi sungai turut membantu pencarian sejak hari pertama korban dilaporkan hilang.
Setelah dilakukan pencarian selama hampir satu hari, korban akhirnya ditemukan pada Sabtu (4/7/2026). Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat.
Pihak keluarga, warga, dan tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian menyampaikan rasa syukur atas ditemukannya korban. Sementara itu, pemerintah desa mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area yang berdekatan dengan sungai maupun lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Cibunarjaya juga berencana membangun pagar pengaman di sejumlah titik rawan di sepanjang bantaran Sungai Cicatih guna meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
(Ismet)


