• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan, Perempuan Diduga ODGJ Terlantar di Simpenan Diselamatkan

    NUSANTARA NEWS
    Kamis, 13 Agustus 2026, 02.36.00 WIB Last Updated 2026-08-13T02:16:27Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Kapolsek Simpenan Polres Sukabumi, AKP Bayu Sunarti Agustina, S.E., bersama jajarannya. Seorang perempuan yang ditemukan terlantar dan duduk seorang diri di pinggir jalan wilayah Kecamatan Simpenan akhirnya mendapat pertolongan dari pihak kepolisian.


    Peristiwa tersebut terjadi setelah Kapolsek bersama anggota melaksanakan kegiatan ke arah Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, pada Rabu (12/8/2026).


    Saat perjalanan, petugas sempat berpapasan dengan perempuan tersebut. Sepulang dari kegiatan, ketika menuju Mako Polsek Simpenan, petugas kembali melihat perempuan itu masih duduk di pinggir jalan.


    Kondisinya membuat petugas tergerak untuk menghampiri dan memastikan keadaannya.


    Dalam wawancara pada Rabu (12/8/2026), AKP Bayu Sunarti Agustina menjelaskan, pihaknya kemudian mengajak perempuan tersebut berbicara.


    "Pada saat kami ada kegiatan ke arah Sangrawayang, dalam perjalanan kami melihat dan berpapasan. Setelah kami melaksanakan kegiatan kemudian kami menuju Mako Polsek Simpenan. Saat itu kami menemukan yang diduga ODGJ sedang duduk di pinggir jalan," ujar AKP Bayu.



    Petugas kemudian menghampiri perempuan tersebut. Setelah berhasil diajak berkomunikasi, perempuan itu dibawa ke Mapolsek Simpenan untuk mendapatkan penanganan awal.



    Menurut AKP Bayu, langkah tersebut merupakan implementasi program “Polisi Berbagi dan Polisi Peduli” yang menjadi bentuk kepedulian jajaran Polres Sukabumi terhadap masyarakat.



    "Kami peduli kemanusiaan dan kami ajak ke Polsek. Alhamdulillah yang bersangkutan bisa diajak ngobrol. Kami langsung bawa ke Polsek untuk kami bersihkan, setelah itu kami berikan pakaian dan kami beri makan,” katanya.


    Tak hanya memberikan pertolongan awal, polisi juga berupaya mencari identitas perempuan tersebut agar dapat diketahui keluarga maupun daerah asalnya.



    Polsek Simpenan berkoordinasi dengan Disdukcapil Palabuhanratu, Puskesmas, dan Kecamatan Simpenan untuk melakukan penelusuran data kependudukan.



    Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Yayasan Welas Asih terkait kemungkinan penanganan lebih lanjut.



    Namun, sebelum dilakukan rujukan, kondisi kesehatan perempuan tersebut terlebih dahulu akan diperiksa oleh pihak medis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau memiliki kondisi kesehatan lainnya.



    "Dari Welas Asih meminta agar dicari tahu dulu identitas ibu tersebut. Setelah ditemukan identitasnya nanti ada pemeriksaan dari pihak kesehatan yang bisa menyatakan bahwa ibu ini ODGJ atau masih sehat," jelas AKP Bayu.



    Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan yang bersangkutan membutuhkan penanganan khusus, maka akan dilakukan rujukan ke Yayasan Welas Asih atau rumah sakit jiwa sesuai hasil pemeriksaan.



    Upaya pencarian identitas akhirnya membuahkan hasil. Petugas Disdukcapil melakukan pengecekan data biometrik dan menemukan identitas perempuan tersebut.



    Hasilnya, perempuan itu diketahui merupakan warga Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.



    "Alhamdulillah datanya sudah ditemukan. Tadi sudah dilakukan sidik jari dan mata oleh Dukcapil. Ditemukan bahwa ibu ini berasal dari Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten," ungkap AKP Bayu.



    Sementara itu, Kepala UPTD Dukcapil Palabuhanratu, Dudi Iskandar, mengatakan pihaknya datang ke Mapolsek Simpenan untuk melakukan pengecekan biodata perempuan tersebut.



    "Kami ke sini khususnya dari Disdukcapil hanya sebatas untuk pengecekan biodata yang diduga ODGJ tersebut. Alhamdulillah setelah dilakukan pengecekan data, ternyata yang bersangkutan sudah melakukan perekaman," kata Dudi.


    Berdasarkan data kependudukan, perempuan tersebut tercatat beralamat di Kampung Kaliki, Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten.


    Untuk sementara, perempuan tersebut akan mendapatkan penanganan terlebih dahulu dari pihak Puskesmas Kecamatan Simpenan. Setelah kondisi kesehatannya diketahui, terdapat kemungkinan ia akan dipulangkan ke rumah atau alamat keluarganya di wilayah Sagaranten.


    "Berdasarkan data ibu ini beralamat di Kampung Kaliki, Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten. Untuk selanjutnya akan ditangani terlebih dahulu oleh pihak Puskesmas Kecamatan Simpenan dan kemungkinan ke depannya akan dipulangkan ke rumah atau alamatnya yang berdomisili di Sagaranten," jelas Dudi.



    Apa yang dilakukan Kapolsek Simpenan bersama jajarannya menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum.


    Di saat seorang perempuan ditemukan terlantar dan kehilangan arah, polisi hadir memberikan pertolongan, membersihkan tubuhnya, memberikan pakaian dan makanan, sekaligus berusaha menemukan identitas serta keluarganya.


    Langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan melalui program “Polisi Berbagi dan Polisi Peduli”.


    Sebuah tindakan sederhana di pinggir jalan, namun bagi seseorang yang tengah kehilangan tempat untuk pulang, kepedulian itu bisa menjadi awal untuk kembali menemukan keluarganya.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU