NUSANTARANEWS | SUMEDANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang menghadirkan terobosan strategis dalam pengelolaan dana umat. Melalui inovasi bernama SIMPAY BAZNAS, pola penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kini tidak lagi berpusat hanya di tingkat kabupaten, melainkan digerakkan secara aktif dan menyeluruh mulai dari lingkungan Rukun Warga (RW).
Langkah ini tampak sederhana namun membawa dampak yang sangat luas. Dengan membangun pencatatan dan pengelolaan sejak dari tingkat paling bawah, potensi filantropi yang selama ini tersebar belum terjamah, kini dapat disatukan menjadi kekuatan sosial yang nyata dan terarah untuk meringankan beban sesama.
Sebenarnya potensi kedermawanan warga Sumedang sangatlah besar. Namun sebelumnya belum terkelola secara maksimal karena belum adanya sistem yang menyatu dan terpadu. Hadirnya SIMPAY BAZNAS menjadi solusi dengan merajut kerja sama erat bersama pemerintah desa, pengurus RW, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta tokoh masyarakat setempat.
Secara hukum, langkah ini memiliki landasan yang kokoh, yaitu Pasal 16 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang secara tegas memandatkan BAZNAS untuk membentuk jaringan UPZ hingga ke tingkat yang paling dekat dengan masyarakat. Artinya, kehadiran jaringan di tingkat RW ini sepenuhnya selaras dan merupakan pelaksanaan langsung dari regulasi nasional.
Dilihat dari sisi rohani, program ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan infak dan sedekah sebagai investasi kebaikan yang dilipatgandakan berkahnya. Ketika warga terbiasa menyalurkan rezekinya melalui wadah yang terpercaya, maka dana yang terkumpul secara bersama-sama dapat segera disalurkan guna membantu warga miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, hingga mereka yang tertimpa musibah di lingkungan sekitar.
Menghubungkan Kepedulian dengan Karya Nyata
Dana yang masuk lewat SIMPAY BAZNAS selanjutnya disalurkan secara tepat sasaran ke dalam lima program unggulan BAZNAS Kabupaten Sumedang:
- Sumedang Makmur: Memberikan dukungan berupa modal usaha dan pendampingan bagi pelaku UMKM serta petani.
- Sumedang Cerdas: Menyediakan beasiswa, perlengkapan sekolah, didukung pula dengan gerakan infak yang tumbuh di lingkungan pendidikan.
- Sumedang Sehat: Membantu biaya pengobatan dan pelayanan kesehatan bagi warga yang kurang mampu.
- Sumedang Peduli: Siap menanggulangi bencana serta memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan.
- Sumedang Taqwa: Membiayai kebutuhan fasilitas ibadah, kesejahteraan guru ngaji, serta mendukung kegiatan keagamaan.
Di masa mendatang, kunci keberhasilan utama program ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan dana yang transparan serta penyampaian laporan yang terbuka menjadi syarat mutlak agar umat yakin sepenuhnya bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Apabila SIMPAY BAZNAS nantinya berhasil menjangkau seluruh wilayah RW di Kabupaten Sumedang, pola ini berpotensi menjadi contoh teladan bagi daerah lain di Indonesia. Keberhasilan program ini pun tidak diukur semata dari besarnya nominal dana yang terkumpul, melainkan seberapa luas manfaatnya dirasakan, serta berapa banyak warga yang terbantu dan terangkat derajat kehidupannya.
(Endi Kusnadi)


