NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah yang memiliki kekayaan alam sekaligus potensi ekonomi cukup besar. Berada di kawasan pesisir selatan Jawa, desa ini menyimpan bentang alam yang berpadu antara kawasan pantai, persawahan, perbukitan hingga sejumlah air terjun yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Secara geografis, Desa Ciwaru berada di wilayah dengan ketinggian sekitar 0 hingga 100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bagian tengah hingga barat desa didominasi dataran rendah, sementara wilayah timurnya berupa perbukitan Darma dengan karakter tebing yang curam dan memanjang mengelilingi kawasan Ciletuh.
Wilayah Desa Ciwaru berbatasan dengan Desa Ciemas dan Desa Girimukti di sebelah utara. Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia dan Desa Mandrajaya, sedangkan di bagian selatan berbatasan dengan Desa Tamanjaya dan Desa Mekarsakti. Adapun sisi timur berbatasan dengan Desa Mekarjaya, Desa Tamanjaya serta Desa Mekarsakti.
Dalam administrasi pemerintahan, Desa Ciwaru terbagi ke dalam sejumlah dusun, yakni Dusun Cikanteh, Nangkaleah, Ciloa, Cihuni, Gunungbatu dan Tegalcaringin.
Kekayaan Alam Geopark Ciletuh
Keberadaan Desa Ciwaru di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Bentang alam yang terbentuk melalui proses geologi panjang membuat kawasan tersebut memiliki nilai penting, baik dari sisi lingkungan, pendidikan, penelitian maupun pariwisata.
Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mencakup wilayah yang luas dan memiliki beragam potensi geologi serta ekosistem. Kondisi alam tersebut juga menjadikan kawasan Ciletuh menarik sebagai lokasi penelitian mengenai kondisi fisik wilayah maupun kehidupan sosial masyarakat.
Sejumlah sungai melintasi wilayah Desa Ciwaru, di antaranya Sungai Ciselang, Cimarinjung, Cihuni dan Sungai Ciletuh yang menjadi salah satu aliran sungai terbesar di kawasan tersebut.
Kombinasi antara kondisi alam dan sumber daya yang tersedia turut mendukung kehidupan masyarakat. Desa Ciwaru berkembang sebagai wilayah yang mengandalkan sektor pertanian dan perikanan sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Pantai Palangpang Jadi Daya Tarik Wisata
Salah satu destinasi yang menjadi daya tarik Desa Ciwaru adalah Pantai Palangpang yang berada di Kampung Palangpang.
Pantai ini memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Teluk Ciletuh dan menjadi salah satu titik pertemuan aliran Sungai Ciletuh dan Sungai Cimarinjung. Kondisi tersebut menciptakan panorama alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Dari kawasan pantai, pengunjung juga dapat melihat Pulau Mandra yang berada tidak jauh dari pesisir. Pulau kecil tersebut didominasi oleh hamparan batu karang yang menambah karakter lanskap pesisir Teluk Ciletuh.
Tidak hanya menikmati panorama, wisatawan juga dapat melihat aktivitas masyarakat nelayan. Hasil tangkapan laut yang beragam menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, termasuk melalui tempat pelelangan ikan yang berada di kawasan tersebut.
Empat Curug di Kawasan Ciwaru
Selain pantai, bentang alam perbukitan di Desa Ciwaru juga menghadirkan sejumlah air terjun atau curug.
Dari sejumlah air terjun yang berada di kawasan Geopark Ciletuh, empat di antaranya berada di wilayah Desa Ciwaru, yaitu Curug Cimarinjung, Curug Cikanteh, Curug Ngelay dan Curug Sodong.
Masing-masing curug memiliki karakter dan panorama tersendiri dengan ketinggian yang bervariasi. Keberadaan air terjun tersebut semakin memperkuat posisi Ciwaru sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata alam unggulan di kawasan Ciletuh.
Pertanian dan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi
Di balik potensi pariwisatanya, masyarakat Desa Ciwaru juga menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perikanan.
Lahan persawahan yang cukup luas menjadi salah satu sumber produksi pangan masyarakat. Dukungan sistem pengairan, termasuk pipanisasi, memungkinkan areal pertanian mendapatkan pasokan air sehingga petani berpeluang melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.
Komoditas pangan, terutama padi, menjadi salah satu hasil bumi utama. Selain pertanian, sektor perikanan laut juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat, mengingat posisi Ciwaru yang berbatasan langsung dengan kawasan pesisir Samudra Hindia.
Perpaduan sektor pertanian, perikanan dan pariwisata menjadikan Desa Ciwaru memiliki basis ekonomi yang beragam. Potensi tersebut sekaligus menjadi modal bagi pengembangan desa ke depan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dihuni Hampir 10 Ribu Jiwa
Potensi Desa Ciwaru juga tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang menjadi penggerak berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, jumlah penduduk Desa Ciwaru tercatat sekitar 9.799 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.925 jiwa merupakan laki-laki dan 4.874 jiwa perempuan.
Dengan kekayaan bentang alam, potensi pertanian dan perikanan serta keberadaan sejumlah destinasi wisata, Desa Ciwaru memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu wilayah strategis di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem pesisir, kawasan perbukitan, sungai dan lingkungan alam yang menjadi aset utama Desa Ciwaru.
(Ismet)


