NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Pihak PT Yanita Indonesia melalui Sugianto selaku Administrator (ADM) PT Yanita Indonesia mengaku telah melakukan penelusuran terkait keberadaan dan aktivitas Koperasi KPMP Cahaya Tarum Abadi yang belakangan menjadi perhatian di wilayah Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Dalam keterangannya, Sugianto menyampaikan bahwa pihaknya mendatangi koperasi yang disebut sebagai koperasi asli di wilayah Cihampelas, Bandung, untuk mencari informasi secara langsung mengenai legalitas dan aktivitas koperasi tersebut.
"Kami dari pihak PT Yanita Indonesia mendatangi langsung koperasi yang disebut asli di Bandung Cihampelas dan menanyakan langsung kepada anak dari pendiri koperasi tersebut," ujar Sugianto.
Menurut keterangan yang diperoleh, kata Sugianto, pihak keluarga pendiri menyampaikan bahwa koperasi tersebut sejak awal hingga saat ini disebut belum pernah menjalankan aktivitas operasional.
"Informasi yang kami terima menyebutkan bahwa sejak awal koperasi tersebut tidak aktif dan tidak pernah membuka cabang di daerah mana pun," jelasnya.
Sugianto juga menyampaikan bahwa pihaknya mempertanyakan adanya klaim mengenai keberadaan ratusan cabang koperasi, termasuk yang disebut berada di wilayah Gunung Sari, Cikakak, Cileungsing.
Selain itu, Sugianto turut menyinggung adanya sosok yang disebut menggunakan nama Yunan Muhammad Nurdin yang menurut keterangannya pernah mengaku memiliki hubungan dengan sejumlah pejabat negara maupun institusi tertentu bahkan Yunan mengaku sebagai stafsus kepresidenan.
Ia menyatakan pihak PT Yanita Indonesia kemudian berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas dan informasi tersebut.
Menurut Sugianto, pihaknya juga mendatangi kediaman Presiden RI untuk mencari kejelasan mengenai sosok yang dimaksud.
"Dari informasi yang kami terima, petugas pengamanan menyatakan tidak mengenal nama yang disebutkan tersebut," ujarnya.
Sugianto juga mengaku menemukan sejumlah informasi yang beredar di internet mengenai dugaan penggunaan identitas tertentu oleh pihak yang bersangkutan. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Lebih lanjut, Sugianto juga menyinggung peristiwa yang terjadi pada Minggu, 21 Juni lalu, terkait kedatangan seseorang yang disebut sebagai "Jenderal Aang" ke wilayah Gunung Sari, Cikakak. Menurutnya, terdapat perbedaan antara informasi yang beredar sebelumnya dengan sosok yang hadir di lokasi.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa sebuah rumah di Kampung Gunung Sari yang menurutnya merupakan aset sitaan perbankan saat ini telah kosong.
Menurut keterangan Sugianto, pihak bank disebut berencana menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak KPMP Cahaya Tarum Abadi maupun pihak yang disebutkan dalam pernyataan tersebut terkait berbagai informasi yang disampaikan PT Yanita Indonesia.
Pemberitaan ini masih menunggu klarifikasi dan konfirmasi lebih lanjut dari seluruh pihak terkait guna menjaga keseimbangan informasi.
(Ismet)


