NUSANTARANEWS | SUMEDANG — Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Fajar hadir di lingkungan Perumahan Mekarbakti bukan sekadar bangunan, melainkan jawaban nyata atas keragaman dan kebutuhan warga yang tinggal di sana. Koordinator TBM Al Fajar, Molly, menjelaskan sejarah lahirnya lembaga ini.
"Lingkungan Mekarbakti dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang — beragam, heterogen. Di tengah keberagaman itu, kami melihat satu hal yang sama: minat baca masyarakat di sini sangat tinggi. Namun belum ada wadah yang memadai. Dari kebutuhan itulah, TBM Al Fajar akhirnya lahir," ungkap Molly.
Rumah Cendikia Fajrul Fatar: Program Unggulan Penuh Makna
TBM Al Fajar tidak sekadar menyediakan rak buku. Ia melahirkan program unggulan bernama Rumah Cendikia Fajrul Fatar, yang menyelenggarakan kegiatan:
- Tahfidz Al-Qur'an — menanamkan nilai keagamaan sejak dini
- Les Bahasa Inggris — khusus untuk peserta didik jenjang SD hingga SMP
Kegiatan berlangsung setiap hari, dari pukul 10.00 pagi hingga 17.00 sore. Siapa saja boleh datang — pelajar, anak-anak, maupun masyarakat luas. Pengunjung dapat membaca di tempat, meminjam untuk dibaca di rumah, hingga mengikuti kegiatan kreatif seperti bercerita, mendongeng, drama, dan peragaan kisah dari buku-buku yang tersedia.
Kegiatan Ramah Semua Usia
Saat ini, rata-rata 15 orang pengunjung hadir setiap harinya, sebagian besar siswa yang juga mengaji di lingkungan sekitar. Terdapat pula program khusus untuk orang tua: Membaca & Bercerita. Apabila peserta menyelesaikan bacaan dan mampu menceritakan kembali isinya, TBM Al Fajar memberikan penghargaan berupa bingkisan sembako — bentuk apresiasi agar semangat membaca menular ke seluruh anggota keluarga.
Ribuan Buku & Kerja Sama yang Membangun
Koleksi buku di TBM Al Fajar kini mencapai lebih dari 2.000 judul, bersumber dari:
- Bantuan Program Seribu Buku — Perpustakaan Republik Indonesia
- Bantuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispuspida) Jawa Barat — lebih dari 240 buku
- Sumbangan dan donasi dari berbagai pihak
TBM Al Fajar juga giat menjalin kerja sama dengan kampus dan pihak luar, antara lain mahasiswa KKN dari UNINUS, UIN, serta Kampus Qurrota A'yun Garut. Sinergi ini menjadikan TBM bukan sekadar tempat baca, melainkan ruang belajar yang hidup dan terbuka.
Tantangan & Harapan: Hadapi Era Digital, Tetap Cinta Buku Fisik
Menyadari banyak warga kini lebih tertarik pada konten media sosial daripada buku fisik, Molly menyebut hal itu bukan sekadar hambatan, melainkan tantangan untuk berkembang.
"Kami ingin terus berbenah, meningkatkan kualitas agar tetap relevan dan bersaing di dunia digital. Tujuannya satu: agar generasi mendatang tetap mencintai literasi. Harapan kami, TBM Al Fajar semakin lengkap koleksinya, semakin memadai fasilitasnya, dan semakin mampu menjadi rumah yang menumbuhkan cahaya pengetahuan bagi seluruh warga Mekarbakti."
(Endi Kusnadi)


