NUSANTARANEWS | BANDUNG – Sekitar 300 orang yang tergabung dalam Dago Melawan dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM UPI) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut mengangkat evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Massa mulai berkumpul di kawasan Alun-Alun Kota Bandung sekitar pukul 13.40 WIB, sebelum bergerak ke Jalan Asia Afrika, tepatnya di sekitar Gedung Merdeka. Di lokasi tersebut, peserta menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui orasi secara bergantian.
Sejumlah isu menjadi sorotan dalam aksi tersebut, di antaranya persoalan ekonomi, ketenagakerjaan, pendidikan, lingkungan hidup, konflik agraria, hingga kebebasan berekspresi. Massa menilai berbagai persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah setelah dua tahun menjalankan roda pemerintahan.
Dalam orasinya, peserta aksi mengkritik kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang dinilai berpotensi memperluas penguasaan lahan dan mengancam ruang hidup masyarakat. Mereka juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ekspansi perkebunan berskala besar, serta keterlibatan aparat dalam program pembangunan di wilayah pedesaan.
Di sektor ekonomi, massa menyampaikan keberatan terhadap kebijakan perdagangan Indonesia-Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Mereka mengaitkan kebijakan tersebut dengan kekhawatiran terhadap keberlangsungan industri nasional, meningkatnya beban ekonomi masyarakat, dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sementara dalam bidang pendidikan, peserta aksi menuntut pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Mereka juga meminta pemerintah memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efektif dan menjamin perlindungan bagi guru, dosen, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan.
Selepas menyampaikan orasi di kawasan Jalan Asia Afrika, massa bergerak menuju Simpang Lima Kota Bandung sekitar pukul 14.13 WIB. Dalam perjalanan, mereka melakukan aksi berjalan kaki atau long march, menyampaikan tuntutan melalui pamflet, serta melakukan aksi vandalisme berdasarkan laporan perkembangan di lapangan.
Setibanya di Simpang Lima sekitar pukul 15.20 WIB, massa kembali menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya penghentian dugaan perampasan tanah rakyat, pelaksanaan reforma agraria, perlindungan hak-hak buruh, peninjauan kebijakan ketenagakerjaan, serta penghentian tindakan represif terhadap masyarakat.
Mereka juga mendesak pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penggunaan anggaran negara agar lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.
Selain itu, massa meminta pemerintah menindak perusahaan yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan, memperkuat perlindungan lingkungan, serta memberikan kepastian hak atas tanah bagi warga Dago Elos dan Sukahaji.
Dalam bidang hukum dan demokrasi, peserta aksi menyerukan revisi sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang TNI, Undang-Undang Polri, serta ketentuan hukum lainnya yang mereka nilai perlu dievaluasi. Mereka juga menuntut penghentian kriminalisasi dan perlindungan terhadap hak masyarakat untuk berkumpul, berserikat, serta menyampaikan pendapat.
Rombongan Komisi I DPRD Jabar Tiba di Gedung DPRD
Di tengah rangkaian aksi, rombongan Komisi I DPRD Jawa Barat dilaporkan tiba di depan Gedung DPRD Jawa Barat sekitar pukul 17.02 WIB.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, rombongan tersebut terdiri atas Sibkon Jampi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rafael Situmorang dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan Tuti Turimayanti dari PDI.
Namun, laporan yang tersedia belum merinci agenda kedatangan rombongan tersebut maupun ada tidaknya pertemuan langsung dengan perwakilan massa aksi.
Aksi Berlanjut ke Braga dan Perempatan Dago
Menjelang sore, massa bergerak menuju kawasan Braga dan tiba sekitar pukul 16.58 WIB. Sekitar delapan menit kemudian, peserta dilaporkan membakar spanduk bertuliskan MBG serta water barrier.
Pada malam hari, massa melanjutkan pergerakan menuju Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba). Rombongan tiba sekitar pukul 19.40 WIB, kemudian meninggalkan kawasan kampus pada pukul 20.44 WIB untuk bergerak menuju perempatan Dago.
Sekitar pukul 21.10 WIB, kelompok Dago Melawan tiba di perempatan Dago dan melanjutkan aksi.
Berdasarkan laporan perkembangan hingga malam hari, kegiatan unjuk rasa tersebut masih berlangsung. Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai berakhirnya aksi maupun hasil komunikasi antara peserta demonstrasi dan pihak terkait.
Aksi ini menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang meminta evaluasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah, sekaligus mendorong perubahan di bidang ekonomi, pendidikan, lingkungan, agraria, dan perlindungan hak-hak demokratis warga negara.
(Adhy Rizal P)


