• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Wabup Selayar Hadiri Acara Puncak HUT ke-75 Pedoman Rakyat di Makassar

    NUSANTARA NEWS
    Kamis, 03 Maret 2022, 14:36 WIB Last Updated 2022-03-03T07:36:32Z

    SUARASULAWESI.com, Makassar Sebagai wujud kecintaanya kepada Harian Pedoman Rakyat (PR), H Syaiful Arif, SH yang kini Wakil Bupati Selayar menghadiri langsung acara puncak HUT ke-75 Pedoman Rakyat ke-75 yang berlangsung secara offline dan online via zoom yang dipusatkan di Cafe Baca, Jl Adhyaksa No.2, Makassar.

    Syaiful Arif yang juga alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu merupakan mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat selama belasan tahun. Bahkan ketika menjadi PNS dan ditugaskan di Selayar, dia tetap jadi koresponden PR di Selayar.

    Acara syukuran peringatan HUT ke-75 (1 Maret 1947 - 1 Maret 2022) yang bernuansa kekeluargaan ini dirangkaikan pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Harian Pedoman Rakyat (IKA-PR) dan penyerahan buku secara simbolis ”Lorong Waktu” karya HM Dahlan Abubakar kepada lima komentator terbaik di akun facebook pedomanrakyat. 

    Puncak peringatan HUT ke-75 ini dihadiri, Dr HM Dahlan Abubakar, M.Hum (mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat), Ardhy M Basir (Pemimpin Umum pedomanrakyat), James Wehantouw (Wakil Pemimpin Umum pedomanrakyat, dan Rusdy Embas (Pemimpin Perusahaan pedomanrakyat).

    Turut hadir sejumlah mantan wartawan senior Harian Pedoman Rakyat masing-masing, H Rukman Nawawi (Ketua PWI Wajo), H Manaf Rahman (Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Organisasi), Dr H Mas’ud Muhammadiah (WR II Universitas Bosowa), Drs M Siswa (mantan Plt Kabid Humas Polda Sulsel), Dr Yahya Mustafa (Dosen Fisipol Unismuh), La Kama Wiyaka (mantan anggota DPRD Sulsel) dan Moelawarman (mantan wartawan Harian Surya yang juga alumni Harian Pedoman Rakyat) serta beberapa mantan karyawan dan koresponden PR dari daerah di Sulsel, diantaranya Drs Sumardy (Soppeng) dan Amir Tata (Takalar).

    Turut bergabung pula via zoom meeting, Haji Muhammad Said Rippin (mantan koresponden PR di Palopo sampai tahun 1978, dan kini kontributor pedomanrakyat  di Nederland/Belanda), Agus Nawi Rahmat Sagir (kontributor pedomanrakyat di Tokyo, Jepang), Rusdi Amral (wartawan Harian Kompas yang juga mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat) dan sejumlah undangan lainnya.

    Dalam sambutannya pada kesempatan tersebut, H Syaiful Arif mengungkapkan, tempaan pengalaman sebagai wartawan di Harian Pedoman Rakyat banyak memberikan ilmu yang sangat berharga. Kesemuanya jadi bekal penting saat menggeluti dunia pemerintahan. Hasilnya, kami rasakan, besarnya manfaat pers di pemerintahan.

    ”Tiga fungsi pers sangat penting dijalankan, info pembangunan, koreksi (kontrol sosial) dan hiburan. Jika hanya fungsi informasi berjalan tanpa koreksi, lama-kelamaan pemerintahan bisa salah arah karena tanpa pengawasan/koreksi,” tegas Syaiful Arif.

    Menyinggung hadirnya media online pedomanrakyat, Syaiful Arif merespon positif. "Kami merasakan, betapa kuat dan kentalnya ikatan persaudaraan (ukhuwah) sesama anggota keluarga besar Pedoman Rakyat. Semangat itu agar dipertahankan, karena itu sebuah potensi yang sangat berharga," tandasnya.

    Sementara itu, mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat, H.M. Dahlan Abubakar mengemukakan, Harian Pedoman Rakyat ini unik. Secara fisik 15 tahun ”tidur” karena tak lagi menemui pembacanya. Uniknya, tiap 1 Maret, mantan wartawan/karyawannya selalu memeriahkan HUT-nya.

    ”Keunikan lainnya, saat peluncuran online  pedomanrakyat.co.id di Room Jasmine, Hotel Claro, Kendari bertepatan Hari Pers Nasional (HPN) di Sulawesi Tenggara, ternyata di areal Kafe Baca Makassar terdapat sekitar 45 karangan bunga ucapan selamat dari relasi lama Harian Pedoman Rakyat. Artinya, jumlah karangan bunga itu, menyamai setiap HUT PR 1 Maret, ketika harian Pedoman Rakyat masih aktif terbit cetak,” cerita Dahlan Abubakar.

    Hadirnya media online pedomanrakyat.co.id, lanjut Dahlan Abubakar, momentum strategis untuk menyatukan kembali sumberdaya Harian Pedoman Rakyat yang telah bercerai-berai akibat Pedoman Rakyat ”tidur 15 tahun” tak menyapa pembacanya.
     
    Senada dengan itu, Pemimpin Umum pedomanrakyat, Ardhy M Basir menegaskan, selama 15 tahun ”Tidur” dan tak berwujud, namun ”tidurnya” penuh mimpi panjang dan indah. Buktinya setiap HUT 1 Maret, selalu banyak muncul gagasan untuk menghidupkan Pedoman Rakyat. Syukurlah, karena mimpi panjang PR selama 15 tahun tak dibayar.

    ”Pelajaran berharga yang dapat dipetik, manusia boleh saja mimpi panjang (bercita-cita besar), namun harus disertai usaha yang maksimal. Alhamdulillah itu terwujud dengan diluncurkannya pedomanrakyat,” di puncak Hari Pers Nasional 2022 di Kendari," kunci Ardhy M Basir.

    Sebelumnya Pemipin Redaksi pedomanrakyat, Muhammad Arafah melaporkan, rangkaian kegiatan HUT ke-75 Harian Pedoman Rakyat, pada Senin 28 Februari 2022 dilaksanakan ziarah ke makam dua tokoh Harian Pedoman Rakyat yakni L.E. Manuhua dan M Basir.

    Selanjutnya di hari yang, juga mengunjungi dua mantan wartawan senior Harian Pedoman Rakyat, Verdy R Baso (85 tahun) di Perumnas Panakkukang dan Leonard Leleng (82 tahun) yang berdomisili di Taman Sudiang, Makassar.

    Rangkaian kegiatan lainnya di hari itu juga, memenuhi undangan M Rusli (mantan Koresponden Pedoman Rakyat di Maros) untuk menikmati Coto Rampa asuhannya di Kota Maros. Kemudian memenuhi ajakan Yusman, ngopi bareng di Warkop Pettarani, Maros. "Yusman merupakan mantan wartawan PR di Maros dan kini Direktur Travel dan Haji PT Kareba Makkadinah Wisata," ungkap Muhammad Arafah. (**)


    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU