• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Lonjakan Wisatawan Pasca-liburan Timbulkan Kemacetan di Jalan Raya Cimaja

    NUSANTARA NEWS
    Minggu, 14 April 2024, 14:58 WIB Last Updated 2024-04-14T07:58:25Z



    SUKABUMI - NUSANTARANEWS - Pekan terakhir ini, jalan raya Cimaja kembali mengalami pemadatan arus lalu lintas yang didominasi oleh para wisatawan yang pulang dari liburan di Karang Hawu dan sekitarnya. Meskipun telah berlalu empat hari sejak liburan dimulai, volume kendaraan yang tinggi masih menyebabkan kemacetan parah di jalur tersebut.


    Hari keempat setelah liburan dimulai, lalu lintas di jalan raya Cimaja masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Para wisatawan yang menikmati indahnya Karang Hawu dan destinasi wisata sekitarnya mulai bergerak kembali menuju kota asal mereka, menyebabkan lonjakan volume kendaraan yang signifikan.pada Minggu (14/04/2024)



    Pemandangan antrean kendaraan yang panjang mulai terlihat sejak pagi hari, dengan mobil, motor, dan bahkan kendaraan besar seperti bus pariwisata ikut terjebak dalam kemacetan tersebut. Para pengemudi dan penumpang terpaksa bersabar menghadapi perjalanan yang lambat dan melelahkan.


    Penyebab utama dari pemadatan arus lalu lintas ini adalah volume wisatawan yang pulang dari Karang Hawu dan destinasi wisata terdekat lain nya. Meskipun telah diantisipasi oleh pihak berwenang, namun, tingginya minat masyarakat untuk berlibur di akhir pekan masih menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola arus lalu lintas.


    Upaya pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh petugas keamanan dan petugas lalu lintas terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Meskipun demikian, pemadatan yang terjadi menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap infrastruktur dan sistem transportasi di daerah tersebut.



    Pemadatan arus lalu lintas di jalan raya Cimaja pada pekan terakhir ini menyoroti pentingnya perencanaan dan pengelolaan yang baik dalam menghadapi lonjakan wisatawan di destinasi populer seperti Karang Hawu dan lain lain. Perlu adanya kerjasama antara pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat untuk menemukan solusi yang tepat guna mengatasi tantangan transportasi yang terus berkembang di masa depan.



    Jurnalis: Ismet /Idris

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU