• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    PLN Indonesia Power Tanam Sorgum di Palabuhanratu: Dorong Ketahanan Pangan dan Transisi Energi Hijau

    NUSANTARA NEWS
    Selasa, 25 November 2025, 15.06.00 WIB Last Updated 2025-11-25T08:44:02Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Program  "Empowering People, Save the Future" kembali diwujudkan PLN Indonesia Power melalui kegiatan penanaman sorgum yang digelar di Cipatuguran, kelurahan palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/11/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Palabuhanratu serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B.


    Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, dalam wawancaranya menegaskan bahwa sorgum merupakan tanaman strategis yang mampu mendukung ekosistem energi hijau di Indonesia.


    "Hari ini kita memulai sebuah era ekosistem green energy. Dari hulu ke hilir, kita bangun ekosistem bisnis berbasis tanaman sorgum. Masa panennya sangat singkat, hanya tiga bulan, dan dapat menghasilkan bahan pangan sekaligus biomassa," ujarnya.


    Bernadus menjelaskan bahwa sorgum memiliki peran besar dalam program transisi energi nasional, terutama dalam upaya mengurangi ketergantungan pada batu bara. Pemerintah sendiri menargetkan penghentian penggunaan batu bara secara bertahap hingga tahun 2050.


    "Dalam roadmap transisi energi, konsumsi batu bara akan berhenti total pada 2050. Dengan sorgum, kita dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan karena tanaman ini menghasilkan bioenergi yang ramah lingkungan," jelasnya.


    Selain kontribusinya terhadap energi bersih, sorgum juga dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi. Siklus tanam yang cepat disebut mampu menarik minat petani lantaran modal cepat kembali.


    "Sorgum tumbuh sangat cepat dan modalnya tidak besar. Dalam tiga bulan, petani sudah bisa mendapat hasil. Jika semakin banyak petani terlibat, maka dampak ekonominya akan semakin luas," tambah Bernadus.


    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B, memberikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power atas inisiatif tersebut. Menurutnya, sorgum dapat menjadi komoditas unggulan, terutama di wilayah yang memiliki banyak lahan tidur.


    "Kita memiliki banyak sumber daya alam, khususnya di wilayah utara yang masih memiliki lahan kosong. Program ini sejalan dengan visi kami dalam membangkitkan ekonomi sirkuler dan menuju zero emission," kata dr. Gatot.


    Ia berharap sorgum dapat menjadi role model ketahanan pangan dan energi bagi Kabupaten Sukabumi dan wilayah lainnya di Jawa Barat.


    Gatot juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada beras.


    "Sorgum bisa menjadi alternatif pangan yang sehat dan bernutrisi. Dari batang hingga akarnya bermanfaat, dan tanaman ini sangat cocok dengan kondisi lahan di Sukabumi," jelasnya.


    Menurutnya, sorgum tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga ketahanan energi karena dapat menjadi bahan baku industri bioenergi.


    "Harapan kami masyarakat tidak bergantung pada satu komoditas. Sorgum adalah pilihan yang baik untuk masa depan," tegasnya.


    Direktur BID, Eri Prabowo, turut menjelaskan bahwa riset sorgum yang dilakukan pihaknya telah berlangsung lebih dari tujuh tahun. Namun selama ini, tidak ada industri yang mampu menyerap hasil panen dalam skala besar.


    "Kami menanam di Kaltim, Jambi, Jawa Tengah, dan sudah berjalan lima tahun. Tapi masalahnya selalu sama: hilirnya tidak ada, tidak ada yang membeli. Ketika kebutuhan biomassa PLN hadir, barulah rantai usaha ini terbuka," jelasnya.


    Eri menilai bahwa model kemitraan PLN–BID–masyarakat sangat potensial direplikasi di banyak daerah lain.


    "PLN membutuhkan biomassa, kami menyiapkan lahan dan bibit, sementara masyarakat memiliki tenaga dan lahan tidur. Ini kolaborasi yang saling menguntungkan. Kami punya cadangan lahan 18.000 hektare dan masyarakat bisa terlibat untuk mendapat penghasilan cepat," terangnya.


    Program penanaman sorgum yang digagas PLN Indonesia Power ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan ekosistem energi hijau berbasis tanaman pangan. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, sorgum diyakini mampu berkontribusi pada ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pengurangan emisi karbon di masa depan.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU