• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Pergeseran Tanah Akibat Hujan Lebat, Akses Jalan Nasional Kiara Dua–Bagbagan Terputus

    NUSANTARA NEWS
    Kamis, 18 Desember 2025, 08.15.00 WIB Last Updated 2025-12-18T01:15:41Z

    NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Akses Jalan Nasional Kiara Dua–Bagbagan di Kabupaten Sukabumi terhenti total menyusul terjadinya pergeseran tanah di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kamis (18/12/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari arah Palabuhanratu maupun Bagbagan tidak dapat dilalui kendaraan.


    Kondisi jalan yang terdampak pergeseran tanah membuat badan jalan mengalami kerusakan cukup parah sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Akibatnya, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang di kedua arah, menimbulkan kemacetan yang cukup parah di jalur nasional tersebut.


    Berdasarkan informasi di lapangan, pergeseran tanah diperkirakan dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tanah yang labil tidak mampu menahan beban, sehingga menyebabkan pergerakan tanah ke arah badan jalan.


    Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar sementara waktu menghindari jalur tersebut, khususnya bagi kendaraan bermuatan berat. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperparah kerusakan jalan.


    “Kami mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan dengan muatan berat, agar tidak melintas di jalur Kiara Dua–Bagbagan sampai kondisi dinyatakan aman. Pengendara roda dua juga diharapkan tetap waspada karena hujan masih berpotensi turun,” ujar AKP Bayu.


    Di sisi lain, para pengendara yang terjebak kemacetan berharap adanya penanganan cepat dari instansi terkait agar akses jalan dapat segera dipulihkan. Jalan Nasional Kiara Dua–Bagbagan merupakan jalur vital penghubung antarwilayah yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.


    Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan pengamanan lokasi serta pemantauan kondisi tanah untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran susulan akibat cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Sukabumi.


    (Ismet)


    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU