NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan pelajar dan tenaga pendidik mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan pada Rabu, 28 Januari 2026.
Perkembangan terbaru hingga Kamis, 29 Januari 2026 dini hari, menunjukkan jumlah korban bertambah. Penanganan medis dilakukan di UPTD Puskesmas Simpenan sekitar pukul 00.10 WIB. Para korban diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang diproduksi oleh SPPG Loji Anugrah Ratu Alam.
Menu yang disajikan kepada penerima manfaat meliputi nasi putih, nugget, tahu goreng, sayuran, serta buah jeruk. Tak lama setelah konsumsi, sejumlah penerima dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mual, pusing, hingga sesak napas.
Dari hasil pendataan sementara, sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan dan dinyatakan membaik. Sebanyak 17 orang diperbolehkan pulang, sementara satu korban bernama Rizda Septiani masih menjalani observasi medis. Enam orang lainnya harus dirujuk ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut, yakni Desusi, Widia, Rahman, Abdul Zaeni, Tri Karsa Perba Rahayu, dan Siti Sari.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang, mulai dari siswa SD hingga SMA, guru PAUD, serta wali murid yang tinggal di Desa Loji dan Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan.
Dokter Puskesmas Simpenan, Egi Iswanto, menjelaskan bahwa tim medis telah melakukan tindakan sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan menyeluruh, pemberian cairan infus, pengobatan berdasarkan keluhan, serta pemantauan kondisi pasien secara intensif.
Sementara itu, aparat kepolisian turut turun tangan. Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman guna mengetahui sumber permasalahan dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pendataan dan pemantauan korban masih terus berlangsung. Dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait agar aspek keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat dapat lebih terjamin ke depannya.
(Ismet)


