• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    ODC 2026 Sebut Sebby Sambom Hanya Penyebar Narasi KKB

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 20 Februari 2026, 20.39.00 WIB Last Updated 2026-02-20T13:40:02Z

     


    NUSANTARANEWS | JAYAPURA – Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 menegaskan bahwa sosok Sebby Sambom bukanlah juru bicara resmi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), melainkan hanya individu yang kerap menyuarakan narasi kelompok tersebut melalui berbagai platform media sosial. Jumat (20/2/26).


    Kepala Satgas Humas ODC 2026, Kombes Pol. Yusuf, mengatakan pernyataan-pernyataan yang disampaikan Sebby Sambom selama ini lebih bersifat propaganda untuk membangun opini dan mencari perhatian internasional.


    “Perlu kami luruskan, yang bersangkutan bukan juru bicara resmi. Ia hanya berperan menyebarkan narasi kelompok tersebut untuk mendapatkan validasi dari luar,” ujar Yusuf dalam keterangan pers di Jayapura.


    Selain itu, Satgas ODC juga membantah klaim yang kerap dilontarkan KKB terkait korban kekerasan yang disebut sebagai aparat intelijen TNI-Polri. Menurut Yusuf, tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk disinformasi.


    Ia mencontohkan kasus penyerangan terhadap seorang pilot di Bandara Korowai yang disebut sebagai agen intelijen. Yusuf menegaskan bahwa korban merupakan pilot maskapai sipil yang bertugas melayani transportasi masyarakat di wilayah terpencil.


    “Korban adalah pilot sipil murni. Transportasi udara sangat vital bagi masyarakat di Korowai. Tuduhan tersebut tidak benar,” tegasnya.



    Dalam kasus lain, Yusuf juga menyinggung insiden penyerangan terhadap pekerja pembangunan fasilitas sekolah. Korban disebut hanya seorang tukang kayu yang tengah membuat meja dan kursi untuk kebutuhan belajar anak-anak setempat.


    Satgas ODC turut menyoroti aksi pembakaran fasilitas umum seperti sekolah dan ambulans yang dinilai merugikan masyarakat Papua sendiri. Bahkan, menurut Yusuf, terdapat kejadian di mana warga harus bernegosiasi agar ambulans tidak dibakar oleh kelompok tersebut.


    Terkait upaya penegakan hukum, Yusuf mengakui adanya tantangan geografis di wilayah operasi, khususnya di Korowai dan Kabupaten Boven Digoel yang memiliki wilayah sangat luas dengan akses terbatas. Meski demikian, aparat menyatakan telah mengidentifikasi kelompok yang diduga terlibat, termasuk dua terduga pelaku utama dari kelompok beranggotakan sekitar 20 orang.


    Sejak Januari 2026, tercatat 23 kasus terjadi di wilayah Yahukimo. Dari jumlah tersebut, empat orang telah diamankan. Dua di antaranya diduga terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada November 2022 serta pembakaran ruko pada Februari lalu.


    Berdasarkan data intelijen, kelompok tersebut disebut tidak terpusat dalam satu markas, melainkan terpecah dalam beberapa kelompok kecil yang tersebar di wilayah hutan.


    Ke depan, Polri bersama TNI berencana memperkuat pengamanan di bandara-bandara perintis dan fasilitas vital lainnya di daerah terpencil. Satgas ODC menegaskan akan terus melakukan langkah penegakan hukum dan pencegahan guna menjaga keamanan serta melindungi masyarakat.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU