NUSANTARANEWS | RAMADAN - Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki makna yang lebih dalam, baik secara spiritual maupun sosial.
Dalam ajaran Islam, kewajiban berpuasa di bulan Ramadan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Melalui puasa, umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Ramadan juga menjadi bulan penuh ampunan dan keberkahan. Di dalamnya terdapat malam istimewa, yakni Lailatul Qadar, yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan mempererat silaturahmi.
Secara sosial, puasa mengajarkan nilai empati dan solidaritas. Dengan merasakan lapar dan dahaga, umat Muslim diharapkan semakin peka terhadap kondisi saudara-saudara yang kurang mampu. Hal ini mendorong tumbuhnya semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah yang semakin meningkat selama Ramadan.
Selain itu, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan jika dijalankan dengan pola yang seimbang. Pengaturan waktu makan saat sahur dan berbuka dapat membantu tubuh beradaptasi dan memperbaiki pola konsumsi.
Dengan berbagai makna tersebut, Ramadan menjadi momen refleksi diri dan perbaikan akhlak. Puasa bukan hanya ritual tahunan, melainkan sarana pembentukan karakter yang diharapkan terus melekat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir.
Melalui ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Islam diingatkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
(Ismet)


