NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Maraknya kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi menuai sorotan dari sejumlah warga. Program unggulan pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi generasi muda tersebut dinilai belum berjalan sesuai harapan di lapangan.
Beberapa kejadian keracunan makanan dilaporkan terjadi dalam kurun waktu terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama karena program MBG seharusnya menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Gerakan Masyarakat Kritis Bersatu (GMKB) melalui presidium, Redi Endang Rusmana, menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terjadi. Ia menyebutkan bahwa beberapa kasus keracunan makanan dari program MBG telah terjadi, namun sanksi yang diberikan dinilai masih ringan.
Salah satu kejadian yang disoroti adalah kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Az-Zain di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah guru dan santri dilaporkan mengalami gejala seperti diare, sakit perut, mencret, serta pusing setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Redi juga menduga adanya kelalaian dalam pengawasan dari dinas terkait terhadap operasional dapur MBG yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Ia menilai pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, perlu bertindak tegas terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2021.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pihaknya pada tahun 2025 terdapat sekitar 187 dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Sukabumi. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 42 dapur atau sekitar 22 persen yang telah memiliki izin atau persetujuan teknis terkait pengelolaan limbah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah guna memastikan program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik dan aman.
(Red)


