NUSANTARANEWS | BANDUNG - Nilai kepedulian dan kebersamaan yang kental di bulan suci Ramadhan terwujudkan melalui gerakan sosial Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamuti). Kegiatan penyaluran Kado Lebaran bagi anak yatim dan kaum dhuafa digelar secara simultan pada Ahad (15/03/2026), mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
Acara yang sarat makna ini tidak hanya berlangsung di pusat kegiatan Yamuti di Badung, melainkan juga menyebar ke seluruh cabang yayasan. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi penyaluran antara lain Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, Cicalengka, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, serta sejumlah daerah lain yang tergabung dalam jaringan Yamuti.
Sebanyak 400 anak yatim dan 125 kaum dhuafa mendapatkan paket bantuan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan mereka menjelang momen Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa yayasan terus berkomitmen untuk menyebarkan kebahagiaan kepada kelompok yang membutuhkan.
Ketua Yayasan Mutiara Titipan Illahi, Yaya Sunarya, M.Pd., M.AP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang tidak pernah terlewatkan setiap memasuki bulan Ramadhan.
“Kami berharap dapat membawa senyum dan semangat baru bagi anak-anak yatim serta saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Semoga bantuan yang kami berikan bisa menjadi bagian dari kebahagiaan mereka dalam menyambut Hari Raya,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa suksesnya kegiatan ini sangat bergantung pada kontribusi dari para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang telah mempercayakan amanah untuk disalurkan kepada yang berhak.
Suasana hangat dan penuh haru terpancar di setiap lokasi penyaluran. Wajah anak-anak yatim bersinar dengan senyum ceria saat menerima paket bantuan, sementara para kaum dhuafa menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan.
Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan yang diterima bukan sekadar barang atau hadiah material semata, melainkan bukti bahwa mereka tidak terlupakan dan masih banyak orang yang peduli terhadap nasib mereka.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Yamuti berharap momentum ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan berbagi, sehingga kebahagiaan Ramadhan bisa dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat.
Sebagaimana makna esensial Ramadhan yang tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang menumbuhkan rasa empati, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat tali persaudaraan sosial antar sesama.
(Endi Kusnadi)


