NUSANTARANEWS| SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya meningkatkan layanan keamanan dan keselamatan publik melalui rencana integrasi layanan call center 110 (Polri) dengan call center 112 (Pemkab Sumedang). Tujuan integrasi ini adalah agar respons penanganan aduan masyarakat menjadi semakin cepat dan terkoordinasi.
Pertemuan di Command Center Sumedang
Untuk membahas hal tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima kunjungan Asisten Utama Polri Bidang Operasi Komjen (Pol) Mohammad Fadil Imran di Command Center Sumedang pada Selasa (3/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati menjelaskan mengenai layanan publik digital di Command Center yang berperan sebagai pusat big data pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
“Data yang tersaji di Command Center ini merupakan bentuk transparansi yang akan menjaga integritas,” ucapnya.
Layanan Call Center 110 Sumedang Respons Cepat
Bupati Dony menyampaikan bahwa berdasarkan paparan pihak kepolisian, terdapat sejumlah program strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya layanan call center 110. Di Kabupaten Sumedang, layanan tersebut telah dijalankan dengan baik oleh Polres Sumedang, bahkan saat uji coba waktu tunggu respons tercatat di bawah lima detik.
“Melalui layanan digital tersebut artinya negara hadir, polisi hadir untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. Masyarakat bisa langsung menyampaikan persoalannya kepada pihak kepolisian melalui call center 110,” jelasnya.
Keamanan adalah Tanggung Jawab Bersama
Komjen Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa keamanan bukan hanya urusan kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur termasuk Forkopimda.
“Setiap ada keluhan masyarakat, semua jajaran harus hadir. Keamanan adalah urusan kita bersama,” ujarnya.
Ia menilai layanan digital yang dimiliki Sumedang dapat dikolaborasikan dengan Command Center Polri, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan dari kepolisian maupun pemerintah daerah.
Pengelolaan Keamanan Berbasis Data
Menurutnya, pengelolaan keamanan juga harus berbasis data. Setiap kejadian perlu dicatat, dipetakan, dan dianalisis agar potensi persoalan dapat dicegah sebelum berkembang lebih besar.
“Kami perlu mengevaluasi setiap kejahatan yang terjadi, apa penyebabnya, lalu kita eksekusi langkah penanganannya. Mudah-mudahan kolaborasi ini bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Endi Kusnadi)


