• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Banjir Kembali Terjang Babakan Gumelar, Warga Minta Pemerintah Segera Lakukan Pengerukan Sungai

    NUSANTARA NEWS
    Kamis, 28 Mei 2026, 22.33.00 WIB Last Updated 2026-05-28T15:33:26Z

     


    NUSANTARANEWS  | SUKABUMI - Banjir yang kembali menerjang Kampung Gumelar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/06/2026), menyisakan duka mendalam sekaligus kekesalan bagi warga terdampak, khususnya masyarakat di Kampung Babakan Gumelar RT 02 RW 23. Air Sungai  meluap merendam rumah-rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa.


    Salah seorang warga, Giri, mengungkapkan bahwa banjir kali ini menjadi salah satu yang paling parah dirasakan warga. Ia mengatakan, hampir seluruh rumah di wilayahnya terdampak dan aktivitas warga lumpuh total akibat genangan air.


    "Banjir kemarin di sini sangat parah. Warga khususnya di Babakan Gumelar semua terdampak, bahkan air di rumah kami setinggi dada orang dewasa," ujar Giri saat ditemui di lokasi.


    Menurutnya, hingga saat ini bantuan yang datang masih sangat minim. Memang sempat ada bantuan dari BPBD, namun warga merasa belum ada langkah nyata maupun perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk menyelesaikan persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun.


    "Kemarin ada dari BPBD datang ke sini, tapi bantuan masih sangat terbatas. Dari pemerintah daerah maupun provinsi belum ada tindakan nyata," katanya.


    Warga menduga salah satu penyebab utama banjir adalah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah. Ditambah lagi, posisi sungai semakin rata dengan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan deras turun.


    "Kami cuma ingin diperhatikan. Tolong sungainya segera dikeruk, karena salah satu penyebab banjir itu pendangkalan sungai. Sekarang bisa dilihat sendiri, pemukiman dan kali sudah sejajar. Kalau tidak ada tanggul mungkin warga di sini sudah habis terdampak banjir," ungkapnya.


    Giri juga mengenang kondisi sungai pada masa lalu yang dinilai jauh lebih aman dibanding sekarang.


    "Dulu jarak kali dan pemukiman itu jauh, tidak sejajar seperti sekarang," tambahnya.


    Ia berharap pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, segera turun tangan dan merealisasikan pengerukan sungai sebelum bencana yang lebih besar kembali terjadi. Sebab menurut warga, banjir di wilayah tersebut bukan lagi kejadian baru, melainkan sudah sering terjadi tanpa solusi konkret.


    "Banjir di sini sudah sering terjadi, tapi belum ada tindakan konkret dari pemerintah. Setiap banjir kami mengalami kerugian besar. Peralatan rumah tangga rusak semua. Sampai sekarang juga belum ada penggantian atau bantuan yang benar-benar membantu," keluhnya.


    Warga mengaku lelah harus terus-menerus mengungsi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak lagi hanya datang saat bencana terjadi, tetapi juga menghadirkan solusi permanen.


    "Jangan sampai setiap banjir kami harus mengungsi terus. Banjir kecil saja sekarang sering terjadi. Saya berharap kepada dinas terkait, bupati, dan gubernur agar pengerukan sungai segera direalisasikan," tegas Giri.


    Ia juga menambahkan bahwa pengerukan sungai sebenarnya pernah dilakukan, namun itu terjadi sudah cukup lama dan hingga kini tidak ada lagi tindak lanjut.


    Kini, warga Babakan Gumelar hanya bisa berharap ada perhatian serius dari pemerintah sebelum banjir berikutnya kembali datang membawa kerugian dan penderitaan yang sama.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU