NUSANTARANEWS | SUMEDANG — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Haurngombong Berbudi, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Di bawah arahan Kepala Desa Haurngombong, Dadang, S.Pd., berbagai unit usaha dikelola secara terstruktur dengan memanfaatkan potensi dan kebutuhan lokal, sehingga keberadaan BUMDes benar-benar diupayakan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan warga.
- Unit Usaha yang Dikelola
BUMDes Haurngombong Berbudi mengembangkan beragam sektor yang saling melengkapi:
1. Unit Warung Desa
Mencakup Toko BUMDes, layanan Internet Desa, serta penyewaan ruko dan Gedung Olahraga (GOR). Unit ini berfungsi memenuhi kebutuhan warga sekaligus membuka peluang pendapatan yang mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
2. Unit Pangan Desa
Bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan — mencakup penyewaan traktor, penggilingan padi, serta kerja sama dengan kelompok masyarakat untuk sapi perah, ikan nila, dan domba. Langkah ini memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
3. Unit Pengelolaan Air Bersih
Tidak berorientasi keuntungan semata, unit ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar warga melalui pengelolaan sumber daya air yang terorganisir dan berkelanjutan.
4. Unit Pengelolaan Sampah (TPS3R)
Mendorong kesadaran kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang memberi nilai manfaat bagi desa.
5. Pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD)
Mengoptimalkan aset strategis desa untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Haurngombong, Dadang, S.Pd.
Terkait pengelolaan keuangan dan penyertaan modal, Kades Dadang menjelaskan secara rinci:
“Pada tahun 2025, desa menyalurkan alokasi 20% dari Dana Desa senilai Rp288.664.000 untuk penyertaan modal BUMDes. Perlu ditegaskan: ini bukan hibah, melainkan modal usaha — harus ada perputaran dan menghasilkan pendapatan bagi Pendapatan Asli Desa (PADes). Alhamdulillah, hingga kini usaha internet/wifi, peternakan, serta penyewaan ruko dan GOR sudah mulai menghasilkan. Konsep utamanya adalah modal pokok tetap terjaga dan terus bertambah. Penyaluran pun dilakukan bertahap sesuai proposal yang diajukan kelompok, tidak sekaligus.
Untuk peternakan — sapi, domba, dan ayam — Alhamdulillah sudah mulai menghasilkan meskipun nilainya bertahap dan sedikit demi sedikit. Pada dasarnya, BUMDes adalah soko guru perekonomian desa. Harapan kami, kehadirannya mampu mendorong pertumbuhan PADes secara mandiri. Walaupun perjalanan ini tidak mudah, kami sudah menjalankan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Dan meskipun pada tahun 2026 ini tidak ada lagi penambahan penyertaan modal, kami yakin dan berkomitmen — BUMDes Haurngombong Berbudi tetap mampu bertahan, tumbuh, dan terus bermanfaat bagi warga.”
Di tengah pemberitaan yang menyebut banyak BUMDes mangkrak atau kurang berkembang, Haurngombong membuktikan bahwa dengan perencanaan matang, pengelolaan transparan, serta keterlibatan masyarakat, BUMDes dapat berjalan produktif dan mandiri. Kemandirian ekonomi desa, pelayanan yang meluas, serta manfaat yang dirasakan langsung warga — itulah tujuan utama yang terus diupayakan bersama.
(Endi Kusnadi)


