NUSANTARANEWS | SUKABUMI — Pembangunan Jembatan Cihamerang-Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, terus dilakukan secara swadaya melalui dukungan para donatur, koordinator Sasaka, serta gotong royong masyarakat.
Memasuki hari ke-14 pada Sabtu (15/8/2026), sejumlah pekerjaan pembangunan jembatan berhasil dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan ceker ayam, pengangkutan material pasir, serta penggalian angkur yang menjadi bagian penting dalam proses pembangunan abutmen jembatan.
Untuk hari ke-15, Minggu (16/8/2026), pekerjaan direncanakan dilanjutkan dengan penggalian angkur dan pengangkutan material maupun kebutuhan pembangunan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat masih membutuhkan tambahan tenaga untuk mempercepat proses penggalian. Warga juga diimbau membawa peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan penggalian abutmen.
Proses penggalian di lapangan menghadapi kendala karena terdapat banyak batu di lokasi. Kondisi tersebut membuat pekerjaan penggalian membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak.
Menurut keterangan Opung, pembangunan Jembatan Cihamerang-Kabandungan bukan berasal dari anggaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pembangunan tersebut dilakukan berkat bantuan para donatur, koordinator Sasaka, dan masyarakat yang bergotong royong.
“Di jembatan ini tidak ada uang yang beredar. Semua dilakukan dengan kerja bakti dan gotong royong,” demikian keterangan yang disampaikan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk mewujudkan pembangunan jembatan secara bersama-sama. Dukungan tenaga, peralatan, maupun material dari masyarakat dan para donatur diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang menjadi penghubung bagi aktivitas warga.
Pembangunan Jembatan Cihamerang-Kabandungan juga membawa semangat kebersamaan melalui gerakan #1JutaMeterPenyambungAsa, yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menghadirkan akses penghubung melalui kekuatan gotong royong.
Masyarakat yang ingin membantu pembangunan jembatan tersebut masih diharapkan dapat berpartisipasi, khususnya dalam pekerjaan penggalian angkur dan pembangunan abutmen.
(Ismet)


