NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Tangis haru dan rasa lega mengiringi akhir dari kisah perempuan berinisial SN. Setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi kurang terawat dan terlantar di pinggir jalan, SN kini akhirnya kembali ke tengah keluarganya di Kecamatan Sagaranten.
Perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) tersebut resmi diserahkan kepada keluarganya oleh jajaran Polsek Simpenan pada Kamis (13/8/2026), setelah proses panjang untuk memastikan identitas, kondisi kesehatan, hingga keberadaan keluarganya berhasil dituntaskan.
Sebelumnya, SN ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Kehadirannya di pinggir jalan mengundang perhatian hingga akhirnya mendapat pertolongan dari jajaran Polsek Simpenan. Polisi kemudian berupaya mencari tahu siapa dirinya dan dari mana asalnya.
Tidak ingin terburu-buru menyerahkan SN kepada pihak yang belum jelas, petugas melakukan sejumlah tahapan verifikasi. UPT Dukcapil Wilayah Palabuhanratu dilibatkan untuk memastikan data kependudukan dan identitas perempuan tersebut.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga medis Puskesmas Simpenan untuk mengetahui kondisi SN sebelum proses pemulangan dilakukan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Identitas SN berhasil dipastikan dan keluarganya diketahui berada di Kecamatan Sagaranten.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina, S.E., mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian penanganan dapat berjalan hingga SN kembali bertemu dengan keluarganya.
"Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini kami lega karena yang bersangkutan sudah bertemu kembali dengan orang-orang yang menyayanginya. Semua proses identifikasi berjalan lancar berkat kerja sama cepat dari Dukcapil dan tenaga kesehatan," ujar AKP Bayu.
Bagi jajaran Polsek Simpenan, proses tersebut bukan sekadar menyelesaikan persoalan seorang perempuan yang terlantar. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.
AKP Bayu mengatakan, keberhasilan menemukan keluarga SN merupakan buah dari sinergi antara kepolisian, Dukcapil, tenaga kesehatan dan pihak terkait lainnya.
Namun, perhatian terhadap SN tidak berhenti setelah dirinya kembali ke rumah. Kapolsek Simpenan juga berkoordinasi dengan pihak Kesehatan Kecamatan Sagaranten agar kondisi SN terus dipantau dan mendapatkan pengobatan secara berkelanjutan.
Pemantauan rutin tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan SN sehingga kondisinya perlahan membaik dan dapat menjalani kehidupan bersama keluarganya dengan lebih layak.
"Kami berharap keluarga dapat merawat dan memantau kondisi yang bersangkutan dengan penuh kasih sayang, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mari kita jaga sesama warga kita, karena kepedulian kecil dari kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain," tutur AKP Bayu.
Kini, perjalanan SN yang sempat berakhir di pinggir jalan telah menemukan titik terang. Ia kembali ke Kecamatan Sagaranten, ke tempat di mana keluarga menanti dan kasih sayang seharusnya menjadi tempat pertama untuk pulang.
Kisah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan kehidupan, kepedulian sederhana terhadap seseorang yang membutuhkan pertolongan dapat menjadi jalan untuk mempertemukan kembali seorang manusia dengan keluarganya.
(Ismet)


