• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Warga Cium Bau Menyengat, Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Simpenan

    NUSANTARA NEWS
    Rabu, 19 Agustus 2026, 22.35.00 WIB Last Updated 2026-08-19T15:35:24Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI — Warga Kampung Bojong Deet, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya, Rabu (19/8/2026).


    Korban diketahui bernama Hadri, warga Kampung Bojong Deet, RT 29/07, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan. Penemuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 11.30 WIB.


    Informasi awal penemuan korban bermula ketika seorang warga, Asep Lukman alias Bolu, melintas di sekitar rumah Hadri. Saat berada di lokasi, Asep mencium bau tidak sedap yang cukup menyengat dari arah rumah korban.


    Curiga dengan kondisi tersebut, Asep kemudian menyampaikan temuannya kepada Tedi yang merupakan tokoh pemuda setempat. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak Kepolisian Sektor Simpenan.


    Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina, S.E., bersama sejumlah personel mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga berkoordinasi dengan Pamapta dan tim identifikasi Polres Sukabumi.


    Berdasarkan keterangan warga dan saksi, Hadri diketahui sudah tidak terlihat beraktivitas selama kurang lebih enam hari terakhir. Padahal, korban selama ini diketahui kerap melakukan aktivitas di dalam maupun sekitar rumahnya.


    Sementara itu, berdasarkan keterangan Cecep yang merupakan adik korban, Hadri diduga telah mengalami gangguan kejiwaan sejak berusia sekitar 25 tahun.


    Dalam penanganan di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan awal, mencatat keterangan para saksi, mengumpulkan barang yang berkaitan dengan kejadian, serta berkoordinasi dengan Puskesmas Simpenan dan jajaran Polres Sukabumi.


    Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan pemerintah desa, jenazah korban rencananya segera dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir almarhum.


    Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.


    Hingga seluruh proses penanganan selesai, situasi di lokasi dilaporkan berjalan aman dan kondusif.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU