• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Disdagin Kabupaten Sukabumi Unggulkan Produk Gula, Bambu, Olahan Ikan dan Kopi di Sukabumi Expo 2026

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 11 September 2026, 11.46.00 WIB Last Updated 2026-09-11T04:46:29Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian dalam rangkaian Sukabumi Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Kamis (10/926) malam.


    Dalam kegiatan tersebut, Disdagin Kabupaten Sukabumi menyediakan stan yang menampilkan berbagai produk unggulan dan hasil karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.


    Admin Gedung Sentra IKM Disdagin Kabupaten Sukabumi, Desi, mengatakan produk yang ditampilkan pada Sukabumi Expo 2026 difokuskan pada sejumlah sektor yang menjadi perhatian dan unggulan daerah.


    "Untuk tahun sekarang kita unggulkan produk-produk yang memang diunggulkan oleh Pak Bupati. Ada tiga sektor, yaitu gula, bambu, dan olahan ikan," ujar Desi saat ditemui di stan Disdagin Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/9/26) malam.


    Menurutnya, sektor olahan ikan saat ini semakin mencuat sehingga berbagai produk hasil olahan ikan turut ditampilkan, mulai dari abon, kerupuk ikan hingga basreng.


    Selain olahan ikan, produk berbahan dasar bambu juga menjadi bagian dari produk unggulan yang dipamerkan. Sejumlah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan bambu menampilkan berbagai hasil kreativitas, seperti tas berbahan bambu dan produk kerajinan lainnya.


    "Untuk bambu ada beberapa UMKM yang memang berkecimpung di bidang bambu, contohnya kerajinan tas bambu dan produk lainnya," jelasnya.


    Disdagin juga memberikan perhatian khusus terhadap produk kopi lokal. Hal tersebut tidak terlepas dari potensi kopi Sukabumi yang semakin dikenal, termasuk kopi jenis Liberika.


    Desi menjelaskan, selain jenis Arabika dan Robusta yang selama ini lebih umum dikenal masyarakat, Sukabumi memiliki potensi kopi Liberika yang mempunyai karakteristik dan cita rasa tersendiri.


    "Kita juga mengunggulkan produk kopi karena kemarin kita sudah mengadakan Festival Kopi. Ada beberapa kopi yang direkomendasikan. Sukabumi ini punya produk kopi Liberika, selain biasanya Arabika dan Robusta," ungkapnya.


    Salah satu kopi lokal yang ditampilkan adalah Karamat Coffee yang diproduksi dari Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.



    Menurut Desi, Karamat Coffee memiliki karakteristik yang cukup menonjol dan menjadi salah satu produk kopi lokal yang patut diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.


    "Kemarin sekitar empat hari yang lalu kita sudah mengadakan festival kedua dari Disdagin. Tahun ini memang Karamat Coffee cukup menonjol karena punya ciri khas berbeda," katanya.


    Sebagai penikmat kopi, Desi mengaku dapat merasakan karakter khas dari kopi Liberika yang diproduksi Karamat Coffee.


    "Saya sendiri sebagai penikmat kopi sedikit banyak cukup paham tentang kopi. Aroma Liberikanya cukup terasa dan karakteristiknya juga dapat," ujarnya.


    Lebih lanjut, ia mengatakan Disdagin Kabupaten Sukabumi terus mendorong pelaku UMKM, terutama dalam mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini menjadi salah satu kendala pengembangan usaha.


    Menurutnya, selain memberikan ruang promosi melalui berbagai kegiatan, Disdagin juga membantu memperkenalkan produk UMKM melalui sarana pemasaran yang telah disediakan pemerintah daerah.


    "Kalau untuk dukungan dan didorong, sebenarnya sekarang kita sudah dorong. Kalau di UMKM itu salah satu permasalahannya adalah pemasaran. Permasalahan itu kita sudah dorong dengan membantu memasarkan," jelas Desi.


    Ia menambahkan, masyarakat yang ingin mengenal dan membeli produk-produk UMKM Sukabumi juga dapat mengunjungi Gedung Promosi yang berada di sebelah kantor kecamatan palabuahanratu . Sejumlah produk kopi lokal, termasuk Karamat Coffee, tersedia di lokasi tersebut.


    "Siapa pun yang mau berkunjung, marketplace-nya sudah ada. Di Gedung Promosi yang di sebelah kecamatan juga ada. Kalau berkunjung ke sana, bisa menemukan Karamat Coffee dan kopi-kopi lainnya," tuturnya.


    Selain Karamat Coffee, terdapat pula produk kopi lokal lainnya dari wilayah Cisolok yang memiliki karakter rasa berbeda. Desi menyebut kopi tersebut memiliki cita rasa khas yang menyerupai buah nangka ketika dicicipi.


    "Kita juga punya kopi lain yang masih dari Cisolok, tetapi berbeda. Ketika kita cicipi, kopinya ada rasa seperti nangka. Kopi itu sekarang juga sedang diunggulkan oleh Dinas Pertanian," pungkasnya.


    Keikutsertaan Disdagin dalam Sukabumi Expo 2026 diharapkan dapat menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah dan pelaku UMKM Kabupaten Sukabumi.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU