• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Krisis Air Bersih di Desa Sukamaju, Saan Mustopa Dorong Pembangunan Pipanisasi 6 Kilometer

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 11 September 2026, 13.53.00 WIB Last Updated 2026-09-11T06:53:40Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Krisis air bersih yang melanda Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Ia melakukan kunjungan spesifik ke wilayah tersebut, Kamis (10/9/2026), untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus mendorong solusi jangka panjang.


    Dalam kunjungan tersebut, Saan Mustopa didampingi sejumlah unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan. Hadir di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Eki Radiana, Wakil Kapolres Sukabumi, serta jajaran Kodim 0622/Sukabumi.


    Saan menilai persoalan kekurangan air bersih tidak dapat hanya ditangani melalui distribusi air menggunakan kendaraan tangki. Menurutnya, bantuan tersebut memang diperlukan dalam kondisi darurat, tetapi masyarakat membutuhkan sistem penyediaan air yang dapat digunakan secara berkelanjutan.


    "Kita harus mendorong program yang sifatnya jangka menengah dan panjang agar masyarakat memiliki kepastian akses terhadap air," kata Saan Mustopa.



    Ia menjelaskan, upaya mencari sumber air melalui pengeboran sumur dalam sebelumnya telah dilakukan dengan melibatkan ahli geodesi. Namun, hingga kedalaman sekitar 180 meter, belum ditemukan sumber air yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.


    "Untuk sumur bor sudah kita survei dengan melibatkan ahli geodesi. Sampai kedalaman 180 meter belum ditemukan sumber air yang memadai," ujarnya.


    Berdasarkan kondisi tersebut, pembangunan jaringan perpipaan dari sumber mata air menjadi salah satu alternatif yang dinilai lebih memungkinkan. Saan pun menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Desa Sukamaju untuk memanfaatkan sumber mata air Cisukawayana.


    Kepala Desa Sukamaju, Jenal Abidin, menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan Saan Mustopa. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mencari jalan keluar atas persoalan kekeringan yang berlangsung.



    "Alhamdulillah, merupakan keberkahan tersendiri buat saya dan warga Desa Sukamaju atas kedatangan Kang Saan Mustopa. Sangat luar biasa sekali beliau mau memberikan solusi konkret atas krisis air yang terjadi," ungkap Jenal.


    Menurut Jenal, pemerintah desa kini tengah melakukan normalisasi sumber mata air di kawasan Cirendeu. Selain itu, pihaknya menyiapkan rencana teknis pembangunan jaringan pipanisasi dari mata air Cisukawayana dengan panjang jalur sekitar enam kilometer.


    "Pipanisasi jalur Cisukawayana ini direncanakan sepanjang kurang lebih 6 km untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Untuk tahap awal, pemanfaatan air akan diprioritaskan bagi kebutuhan domestik atau rumah tangga warga terlebih dahulu," jelasnya.


    Sementara untuk kebutuhan pertanian, lanjut Jenal, masyarakat nantinya dapat memanfaatkan saluran buangan dari penggunaan air rumah tangga sehingga sumber daya air yang tersedia dapat digunakan secara lebih efisien.



    Di sisi lain, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi mengungkapkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Desa Sukamaju. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, terdapat 27 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak musim kemarau tahun ini.


    Sendi menilai dukungan dari pemerintah pusat melalui Saan Mustopa menjadi langkah positif, terutama di tengah kondisi anggaran daerah yang harus dikelola secara efisien.


    "Ya, sangat membantu sekali adanya dorongan dan perhatian dari Bapak Saan Mustopa, terutama dalam konteks efisiensi anggaran Kabupaten Sukabumi saat ini," ujarnya.


    Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan jaringan air bersih diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan warga Sukamaju saat ini, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan untuk menghadapi ancaman kekeringan di masa mendatang.



    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU