• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Pemerhati Pendidikan Beri Peringatan Keras atas Kerusakan SDN Cupuwangi: Apabila Tidak Segera Diperbaiki, Lebih Baik Kepala Dinas Pendidikan Mundur atau Diberhentikan

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 30 Oktober 2026, 12.13.00 WIB Last Updated 2026-10-30T05:13:03Z

     


    NUSANTARANEWS  | SUMEDANG - Kondisi bangunan SD Negeri Cupuwangi yang berlokasi di Dusun Babakandago, RT 03/04, Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang menuai keprihatinan publik. Kerusakan pada bagian atap dan plafon sekolah membuat kegiatan belajar‑mengajar harus dialihkan secara sementara ke ruang perpustakaan sekolah.

     

    Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima redaksi, terlihat kerusakan yang memerlukan perhatian serius. Sejumlah bagian plafon tampak mengelupas dan berlubang, sementara susunan genteng dipenuhi material kering dan tumbuhan liar. Pada bagian tertentu, rangka atap terlihat terbuka akibat kerusakan plafon. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai pemeriksaan keamanan bangunan dan waktu pelaksanaan perbaikan yang dibutuhkan para siswa.

     

    Siswa dan tenaga pengajar terpaksa memanfaatkan ruang perpustakaan untuk kegiatan pembelajaran sementara sebagai upaya agar proses pendidikan tetap berjalan. Namun penggunaan perpustakaan sebagai ruang belajar darurat juga menimbulkan persoalan lain, yaitu terkait kenyamanan, kapasitas ruangan, ketersediaan fasilitas belajar, serta terganggunya fungsi perpustakaan itu sendiri. Lebih jauh lagi, apabila kerusakan bangunan berpotensi membahayakan keselamatan, persoalannya bukan hanya kenyamanan belajar melainkan juga perlindungan bagi seluruh penghuni sekolah. Tingkat kelayakan dan keamanan bangunan perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung oleh pihak teknis yang berwenang.

     

    Pihak sekolah disebut telah mengajukan permohonan program revitalisasi sekolah, namun sampai berita ini disusun bantuan perbaikan yang diharapkan belum terealisasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai status pengajuan: apakah sudah masuk dalam daftar usulan revitalisasi, masih dalam proses administrasi, menunggu verifikasi teknis, terkendala anggaran, atau belum memenuhi persyaratan tertentu? Pertanyaan‑pertanyaan tersebut penting dijawab agar persoalan tidak hanya berhenti pada keluhan saja, sementara siswa tetap belajar dalam kondisi bangunan yang memprihatinkan.

     

    Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya perangkat daerah yang membidangi pendidikan dan pihak‑pihak yang berwenang dalam program revitalisasi satuan pendidikan. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari kurikulum dan capaian akademik; keamanan bangunan, kelayakan ruang kelas serta fasilitas belajar yang memadai merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan. 


    Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang dan dinas terkait perlu segera melakukan peninjauan lapangan, memeriksa kondisi fisik bangunan dan menetapkan langkah pengamanan apabila ditemukan potensi bahaya. Jika perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan segera, dibutuhkan penanganan sementara yang jelas dengan prioritas keselamatan siswa dan tenaga pengajar. Masyarakat juga berhak mengetahui perkembangan usulan revitalisasi termasuk status pengajuan, hasil verifikasi dan rencana tindak lanjutnya.

     

    Pemerhati Pendidikan Edi Sutiyo, S.H., sekaligus Ketua Umum SIMPE Nasional meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang untuk segera memprioritaskan penanganan sekolah tersebut. Ia menilai terdapat kurangnya kepekaan pihak dinas terhadap kondisi yang terjadi. “Kenapa bisa terluput? Ini merupakan peringatan keras bagi Kepala Dinas Pendidikan. Apabila tidak segera diperbaiki, lebih baik Kepala Dinas Pendidikan mundur atau diberhentikan. Ini merupakan wajah suram dunia pendidikan di Sumedang,” tegasnya.

     

    Pemberitaan ini bukan bertujuan menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan penyampaian aspirasi dunia pendidikan. Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan keterangan mengenai proses pengajuan revitalisasi dan rencana perbaikan bangunan. Jangan sampai ruang perpustakaan menjadi tempat belajar darurat tanpa kepastian, sementara kondisi bangunan sekolah terus menunggu perhatian. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama, dan setiap pengajuan perbaikan perlu mendapat kejelasan tindak lanjut.


    (Endi Kusnadi)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU