NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait keberadaan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait melaksanakan kegiatan penebangan pohon di sepanjang Jalan Nasional Palabuhanratu–Sukabumi. Kamis (5/11/26).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kecamatan Palabuhanratu, P2BK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Perhubungan (Dishub), Perkim, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Telkom, PLN UP Palabuhanratu, Polsek Palabuhanratu, serta Kelurahan Palabuhanratu dan unsur terkait lainnya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya akibat pohon yang kondisinya dinilai berisiko tumbang, terutama terhadap keselamatan pengendara maupun masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Dalam keterangannya, Camat Palabuhanratu, Sutopo, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan penebangan pohon tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan dan aduan masyarakat yang sebelumnya telah dibahas melalui rapat koordinasi bersama instansi terkait.
"Pada hari ini kita mengambil langkah menindaklanjuti apa yang menjadi aduan masyarakat. Keberadaan beberapa pohon memang disinyalir bisa membahayakan. Atas dasar aduan tersebut, kita tindak lanjuti dengan rapat koordinasi dan hari ini dilakukan eksekusi di lapangan," ujar Sutopo.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah Kecamatan Palabuhanratu dapat ditangani secara bertahap.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena penanganan pohon di sepanjang jalan nasional berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keselamatan lalu lintas, hingga jaringan utilitas seperti listrik dan telekomunikasi.
"OPD yang terlibat mulai dari Perkim, PU, DLH, Damkar, termasuk unsur terkait lainnya. Dari PLN juga kita libatkan, begitu pun Telkom. Intinya semua terlibat dan bersama-sama bertanggung jawab membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah," jelasnya.
Terkait jumlah pohon yang akan ditebang, Sutopo menyebutkan bahwa pihaknya belum menetapkan jumlah secara keseluruhan. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan langsung di lapangan dengan memprioritaskan pohon-pohon yang dinilai paling berisiko membahayakan.
"Kita hari ini menangani yang paling berpotensi membahayakan terlebih dahulu. Sambil berjalan, kita juga melakukan pemetaan di lapangan untuk melihat pohon mana saja yang memang perlu ditangani," tambahnya.
Melalui kegiatan lintas instansi tersebut, Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu berharap potensi bahaya akibat pohon rawan tumbang di sepanjang jalur Palabuhanratu–Sukabumi dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan semakin terjaga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat melalui koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam menangani persoalan di wilayah.
(Ismet)


